Page 201 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 201
Title TKW ASAL CIANJUR TEWAS DI ARAB SAUDI, JASAD PENUH LUKA
Media Name cnnindonesia.com
Pub. Date 17 April 2020
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200417001910-20-494371/tkw-asa l-cianjur-
Page/URL
tewas-di-arab-saudi-jasad-penuh-luka
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Cianjur - Seorang warga Cianjur, Jawa Barat, Evi Novianti binti Dedi, yang bekerja di
Arab Saudi dilaporkan meninggal dengan luka di sekujur tubuhnya.
"Kami baru mendapat kabar beberapa hari yang lalu, kalau anak kami Evi Novianti
binti Dedi (34) warga Kampung Sukaluyu, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang,
meninggal. Sedangkan dari keterangan yang kami dapatkan anak kami ditemukan
meninggal akhir Maret," kata ibu kandung korban, Ai Rukiah, seperti dilansir
Antara, Jumat (17/4).
Ai mengatakan, beberapa bulan yang lalu dirinya masih mendapatkan kabar dari
anaknya yang sudah bekerja selama 10 tahun enam bulan di Arab Saudi. Namun
sejak satu bulan terakhir, pihak keluarga tidak pernah mendapat kabar hingga
akhirnya mendapat informasi dari KBRI di Riyadh yang menyebutkan Evi meninggal.
Menurut Ai, berdasarkan kabar dari KBRI, jasad sang anak ditemukan di luar kota
Riyadh, tepatnya di tengah area parkir kendaraan dengan sejumlah luka
mengenaskan di sekujur tubuhnya.
Pihak KBRI tidak menyebutkan secara jelas penyebab kematian anaknya itu.
"Pihak KBRI akan membantu setelah kami menyerahkan dokumen yang diperlukan
seperti fatwa waris, surat persetujuan pemakaman, surat minta autopsi dan
tuntutan hak almarhumah, termasuk tuntutan pengusutan tuntas atas kasus
meninggalnya anak saya," kata Ai.
Pihak keluarga berharap aparat di Arab Saudi dibantu berbagai pihak dari Indonesia,
dapat mengusut tuntas penyebab meninggalnya Evi.
Sebab mendiang selama ini menjadi tulang punggung keluarga dan bekerja dengan
baik di negara orang.
"Kami juga menguasakan pengurusan tersebut ke Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia
Raya (Astakira) Pembaharuan Cianjur, agar dapat membantu kami dalam mencari
keadilan yang menimpa anak kami di negara orang," katanya.
Ketua DPC Astakira Pembaharuan Cianjur, Ali Hildan, mengatakan pihaknya segera
mengirim surat ke Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia
Page 200 of 355.

