Page 29 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 29

Title          DPD TOLAK RUU CIPTA KERJA, MINTA DPR HENTIKAN PEMBAHASAN
               Media Name     jpnn.com
               Pub. Date      19 April 2020
               Page/URL       https://www.jpnn.com/news/dpd-tolak-ruu-cipta-kerja-minta-dpr-hentikan -pembahasan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative




















               Komite III DPD menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan meminta DPR
               menghentikan pembahasannya.

               “Komite III DPD RI menolak RUU Cipta Kerja dan meminta DPR RI untuk
               menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja,” kata Wakil Ketua Komite III DPD M.
               Rahman dalam siaran persnya, Sabtu (18/4).

               Menurutnya, RUU Cipta Kerja hanya dominan dalam peningkatan investasi tanpa
               mempertimbangkan hak-hak pekerja, asas desentralisasi, dan aspek lainnya.

               Ia menambahkan, RUU Cipta kerja juga cacat formil karena tidak melibatkan unsur
               partisipasi masyarakat dalam proses pembentukannya sebagaimana amanat UU
               Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan juncto
               UU Nomor 15 Tahun 2019.

               Menurutnya, RUU ini bertentangan dengan asas otonomi daerah (otda) di Pasal 18
               Ayat 2 dan Ayat 5 UUD 1945. Asas otda itu mengakui keberadaan pemerintah
               daerah (pemda) provinsi, kabupaten/kota yang menganut asas otonomi seluas-
               luasnya dan tugas pembantuan.

               Dia menegaskan, RUU Cipta Kerja melanggar hak asasi warga negara. Seperti hak
               atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, jaminan kesehatan, pendidikan yang
               dijamin dan dilindungi konstitusi. “Serta melepaskan kewajiban negara untuk
               menyediakan dan memberikan hak-hak tersebut kepada swasta dan atau asing,”
               ujarnya.

               Menurutnya, RUU ini akan menimbulkan ketidakpastian hukum karena dalam hal
               terjadinya pelanggaran, tidak jelas norma hukum mana yang harus diterapkan. Hal
               ini, kata dia, mengingat norma tentang pelanggaran dan atau sanksi dalam UU yang
               menjadi muatan RUU Cipta Kerja itu beberapa di antaranya tidak direvisi atau
               dicabut.




                                                       Page 28 of 355.
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34