Page 92 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 92

PENGUSAHA DIDUGA GUNAKAN JURUS " AJI MUMPUNG " MEM-PHK BURUH DI SAAT WABAH
               Title
                              COVID-19
               Media Name     rri.co.id
               Pub. Date      19 April 2020
                              http://rri.co.id/post/berita/823672/ekonomi/pengusaha_diduga_gunakan_j
               Page/URL
                              urus_aji_mumpung_memphk_buruh_di_saat_wabah_covid19.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative





               Wabah virus corona baru (COVID-19) dimanfaatkan sejumlah perusahaan untuk
               melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, secara sepihak dan
               mengabaikan hak-hak normatif pekerjanya.

               Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) Mirah Sumirat
               menegaskan dengan alasan mengalami kerugian karena terdampak corona, banyak
               perusahaan yang melakukan "aji mumpung" untuk tidak memenuhi hak pekerjanya.

               Untuk itu ia meminta pemerintah memperhatikan masalah ini agar buruh tidak
               merasa dirugikan.

               " Pemerintah seharusnya sejak awal sudah proaktif dan tegas dalam melakukan
               fungsi pengawasan dan penegakan Undang Undang Ketenagakerjaan di semua
               perusahaan," kata Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat dalam keterangan pers
               tertulisnya, Minggu (19/4/2020).

               ASPEK Indonesia, lanjutnya menerima banyak laporan dan pengaduan, adanya
               sikap "aji mumpung" yang dilakukan oleh manajemen perusahaan, seperti aji
               mumpung melakukan PHK sepihak, massal dan hanya membayar pesangon ala
               kadarnya bahkan tanpa mau membayar pesangon.

               Padahal hak pesangon adalah hak pekerja yang dilindungi oleh UU Ketenagakerjaan.

               "Jangan seolah-olah, kerugian yang dialami perusahaan dalam 1-2 bulan terakhir
               ini, kemudian mengaburkan fakta bahwa sebelum adanya wabah corona,
               perusahaan sesungguhnya sudah beroperasi sangat lama dan telah menghasilkan
               keuntungan atau laba perusahaan," tegasnya.

               Ia mengingatkan terdampaknya omset perusahaan selama wabah corona, tidak bisa
               dijadikan alasan untuk tidak membayarkan hak pesangon pekerjanya. " Keuntungan
               perusahaan selama ini harusnya bisa untuk membayar hak pesangon
               pekerja,"tandasnya.

               Dalam momentum saat ini, menurutnya perusahaan 'aji mumpung' tidak mau
               membayar tunjangan hari raya (THR), padahal THR adalah pendapatan non upah
               yang merupakan hak pekerja, dihitung dari masa kerjanya yang sudah lebih dari 1
               bulan. Menurutnya THR bukan tergantung dari omset bulanan perusahaan.




                                                       Page 91 of 355.
   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97