Page 150 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 150
Title PEMERINTAH BAKAL BERI KURSUS PESERTA KARTU PRAKERJA, SIAPA SAJA?
Media Name liputan6.com
Pub. Date 24 September 2019
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4070802/pemerintah-bakal-beri-kur sus-peserta-
Page/URL
kartu-prakerja-siapa-saja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Kartu prakerja yang dijanjikan Presiden Joko Widodo tampaknya tak
menyediakan keahlian teknis tingkat lanjut, melainkan level barista. Ini diungkap
Menko Perekonomian Darmin Nasution yang menyebut jenis pelatihan dari
pemerintah tak bisa yang mahal.
"Kita tidak bisa mau mencover semuanya. Apalagi kalau harus mahal biayanya, ya
biar private aja itu. Negara ada batasannya dong. Sama saja dengan Jamsostek
dulu. Itu murah saja coverage -nya. Kalau mau lebih mahal, lebih bagus, ya ikut
asuransi swasta," ujar Menteri Darmin, Selasa (24/9/2019) di Kantor Kemenko
Kemaritiman, Jakarta.
Contoh pelatihan yang disebut Darmin adalah level barista saja. Darmin berkata
keterampilan barista dipilih karena lebih murah, bahkan lebih murah dari
kemampuan spesialisasi membuat cappucino.
"Artinya keterampilan itu jadi barista pasti lebih murah dibanding bikin cappucino.
Pasti lebih mahal cappucino. Jadi kita lebih baik milih yang barista," kata Darmin.
Hal itu sedikit berbeda dari ucapan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko yang
tak membahas level pelatihan. Moeldoko dan Darmin baru saja membahas kartu
pra-kerja bersama Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.
Lebih lanjut, Darmin berkata tak ingin ada skill yang lebih mahal dari yang lainnya.
Range skill kursus akan ditentukan sehingga tak ada jenis kursus tertentu yang lebih
mahal dan diserbu peminat.
"Ini kan prakerja namanya. Orang lagi enggak ada pekerjaan, baru diberhentikan,
atau belum dapat kerjaan. Ya dia diberi kesempatan pelatihan. Jangan kemudian
ada pelatihan yang mahal, ada yang murah. Enggak bisa.
Range -nya harus lebih kurang sama," pungkas Darmin.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memprioritaskan pembangunan
sumber daya manusia (SDM) pada periode kedua pemerintahanya.
Page 149 of 165.

