Page 155 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 155

Pembahasan RKUHP menuai polemik lantaran beberapa pasalnya dianggap represif
               dan tidak pro dengan hak asasi manusia.

               Sebagai contoh, ada pasal-pasal yang dianggap mengekang kebebasan berpendapat
               dan kebebasan pers.

               Jika RUU KUHP disahkan, netizen dan wartawan yang dianggap beritanya menghina
               presiden atau pemerintah akan dipidana.

               Contoh lain adalah Pasal 432 tentang penggelandangan. Di aturan tersebut
               disebutkan bahwa setiap orang yang bergelandangan di jalan atau di tempat umum
               yang mengganggu ketertiban umum dipidana dengan pidana denda paling banyak
               kategori I.

               Pasal tersebut berpotensi menjadi pasal karet karena kategori penggelandang bisa
               dienterpretasikan luas.

               Ketentuan lain yang diprotes adalah pasal zina. Sebab, pasal ini dianggal terlalu
               mengatur warga negara hingga ke ranah privasi.

               Namun, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menunda pengesahan RUU
               KUHP.

               2. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merivisi UU KPK yang baru saja disahkan
               dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di
               Indonesia.

               Ada tujuh poin yang menjadi catatan dalam RUU KPK yang sudah diketok palu oleh
               anggota Dewan.

               Pertama, soal status kedudukan kelembagaan KPK yang akan berubah menjadi
               lembaga penegak hukum yang berada di rumpun eksekutif, tetapi tetap
               melaksanakan tugas dan kewenangan secara independen.

               Kedua, soal keberadaan Dewan Pengawas KPK yang punya kewenangan
               melaksanakan tugas dan wewenang KPK, memberi/tidak memberi izin penyadapan,
               penggeledahan dan penyitaan, menyusun dan menetapkan kode etik pimpinan dan
               pegawai, memeriksa dugaan pelanggaran kode etik, mengevaluasi kinerja pimpinan
               dan pegawai KPK setahun sekali.

               Keberadaan dewan pengawas ini dinilai berpotensi mengganggu penanganan
               perkara karena dugaan konflik kepentingan.

               Ketiga, pembatasan fungsi penyadapan karena KPK wajib meminta izin tertulis dari
               dewan pengawas sebelum menyadap.




                                                      Page 154 of 165.
   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160