Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 99

Title          MENYEMUT DI PALMERAH, MAHASISWA BERJALAN BERIRINGAN KE DPR
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      24 September 2019
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190924131145-20-433361/menyemu t-di-
               Page/URL
                              palmerah-mahasiswa-berjalan-beriringan-ke-dpr
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Jakarta - Massa aksi dari kalangan mahasiswa berkumpul di Stasiun Palmerah,
               Jakarta Pusat, Selasa (24/9). Mereka datang dari berbagai kampus menumpang
               kereta rel listrik ( KRL ) Commuter Line untuk bergabung dalam aksi menolak
               RKUHP dan sejumlah undang-undang kontroversial lainnya di depan gedung DPR.

               Dari pantauan CNNIndonesia.com , mahasiswa dari Politeknik APP Jagakarsa tiba di
               Stasiun Palmerah sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka, yang berseragam jaket merah
               itu, duduk berkumpul di lantai dua stasiun untuk menunggu mahasiswa yang belum
               tiba.

               Di dalam stasiun, seorang mahasiswa menggunakan pengeras suara memimpin
               massa sambil meneriakkan, "hidup mahasiswa". Teriakan itu disambut massa aksi.
               Beberapa penumpang dibuat kaget mendengar gemuruh pekik mahasiswa tersebut.

               Salah seorang di antaranya memegang kardus sambil memunguti sampah botol air
               mineral. Sementara aktivitas KRL di Stasiun Palmerah tetap berjalan normal.

               Mahasiswa kembali menggelar demo di Gedung DPR. (CNN Indonesia/Michael Josua
               Stefanus) Tak lama kemudian, mereka berjalan menuju Gedung MPR/DPR. Di luar
               stasiun, massa mahasiswa sudah menunggu di jalan raya. Beberapa di antaranya
               datang dari kampus Universitas Terbuka, Universitas Islam Negeri, Universitas
               Negeri Jakarta.

               Salah satu spanduk berbunyi "Rakyat Dikebiri, Pejabat Happy-happy" dipajang di
               pinggir jalan.

               Salah satu peserta aksi dari Universitas Terbuka, Azamzudin mengatakan pihaknya
               menolak RUU KPK dan RKUHP. Beberapa pasal dalam RKUHP dinilai justru
               berpotensi merugikan rakyat, seperti pasal penghinaan presiden, pasal makar dan
               pasal tentang hukuman mati.

               "Saya turun ke jalan karena anak keturunan saya tidak mau terjerat hukum yang
               merugikan rakyat," kata Azam saat ditemui di Palmerah.

               "Semoga RKUHP dibatalkan dan segera ada judicial review UU KPK," ujarnya.






                                                       Page 98 of 165.
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104