Page 247 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 247

Ringkasan

              Anggota  Komisi  III  DPR  RI  dari  Fraksi  Partai  Demokrat  Didik  Mukrianto  meminta,  Komisi
              Pemberantasan Korupsi ( KPK) tidak ragu melakukan penindakan, apabila ditemukan indikasi
              penyimpangan atau korupsi dalam program Kartu Prakerja.


              KPK DIMINTA BERANI SELIDIKI DUGAAN KORUPSI PROGRAM KARTU PRAKERJA

              JAKARTA,  - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai  Demokrat  Didik Mukrianto meminta,
              Komisi Pemberantasan  Korupsi  (  KPK  ) tidak ragu melakukan penindakan, apabila ditemukan
              indikasi penyimpangan atau  korupsi  dalam program  Kartu Prakerja  .

              Hal ini disampaikan Didik menanggapi hasil kajian KPK terhadap pelaksanaan program Kartu
              Prakerja.

              "Kalau KPK sudah menemukan indikasi adanya penyimpangan dan bahkan korupsi, jangan ragu-
              ragu untuk melakukan penindakan," kata Didik dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2020).

              "Segera tangkap dan adili para perampok dan penikmat uang negara. Jangan pernah ragu KPK
              untuk  memberantas  korupsi,  apalagi  di  saat  negara  sedang  susah,  di  saat  rakyat  sedang
              menderita seperti ini," lanjut dia.

              Sejak awal, Didik mengaku sudah memprediksi bahwa program Kartu Prakerja rawan terhadap
              penyimpangan.

              Pontensi penyimpangan dalam program  kartu Prakerja  misalnya, konflik kepentingan dengan
              penunjukan  mitra  tanpa  melalui  tender,  potensi  dagang  pengaruh  hingga  transparansi  dan
              akuntabilitas.

              "Melihat  proses  dan  mekanisme  pelaksanaan  Kartu  Prakerja  potensinya  sangat  rawan  dan
              ramah terhadap korupsi," ujar dia.

              Didik mengatakan, saat program Kartu Prakerja akan dirilis, ia sudah mengingatkan agar KPK
              melakukan kajian, analisa dan pengawasan yang ketat.

              Pengawasan itu mesti melibatkan PPATK dan BPK untuk mencegah munculnya penyimpangan
              atau abuse of power.


              Ia pun berharap, KPK lebih tegas dan konstruktif dengan potensi penyimpangan pelaksanaan
              Kartu Prakerja.

              "Ini karena sangat berpotensi menguapkan uang negara yang sangat besar untuk dikorupsi.
              Jangan biarkan uang negara dijadikan bancakan," ujar dia.

              Sebelumnya diberitakan, KPK melakukan kajian atas Program Kartu Prakerja dan menemukan
              sejumlah permasalahan pada empat aspek.

              "KPK menemukan sejumlah permasalahan dalam empat aspek terkait tata laksana sehingga
              pemerintah perlu melakukan perbaikan dalam implementasi program," kata Wakil Ketua KPK
              Alexander Marwata, Kamis (18/6/2020).

              Aspek pertama yang mendapat sorotan, yakni proses pendaftaran, di mana terdapat 1,7 juta
              pekerja  terdampak  (whitelist)  sesuai  data  Kementerian  Ketenagakerjaan  dan  BPJS
              Ketenagakerjaan.

                                                           246
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252