Page 375 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 375

neutral - Panji Winanteya Ruky (Direktur Komunikasi, Kemitraan, dan Pengembangan Ekosistem
              PMO Kartu Prakerja) Jadi saya perlu klarifikasi, tidak ada penunjukan, murni atas perjanjian
              kerja sama kedua pihak

              positive  -  Panji  Winanteya  Ruky  (Direktur  Komunikasi,  Kemitraan,  dan  Pengembangan
              Ekosistem  PMO  Kartu  Prakerja)  Dan  yang  terpenting  memiliki  kerja  sama  dengan  lembaga
              pelatihan  yang  memiliki  program  berbasis  kompetensi  kerja.  .  Jika  swasta,  harus  berbadan
              hukum perseroan terbatas dan memiliki izin usaha
              positive  -  Panji  Winanteya  Ruky  (Direktur  Komunikasi,  Kemitraan,  dan  Pengembangan
              Ekosistem PMO  Kartu Prakerja)  Jadi  untuk  pembiayaan  dan  fee  urusan  platform  digital dan
              lembaga pelatihan. . Kami tidak ikut di situ. Aturannya sama semua, tidak ada special treatment
              ke salah satu mitra
              positive  -  Panji  Winanteya  Ruky  (Direktur  Komunikasi,  Kemitraan,  dan  Pengembangan
              Ekosistem PMO Kartu Prakerja) Masyarakat sendiri yang akan menimbang dan menggunakan
              kebijakan itu. Tugas pemerintah adalah menyediakan pilihan sebesarbesarnya



              Ringkasan
              Sederet masalah pelaksanaan program Kartu Prakerja yang dilakukan secara online dinilai tidak
              efektif dan berpotensi merugikan keuangan negara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun
              meminta pemerintah menghentikan sementara gelombang ke-4 program tersebut. Pemerintah
              harus mengevaluasi pelaksanaan gelombang 1-3 yang sudah telanjur bergulir. Dan memperbaiki
              tata kelola yang semrawut.



              KPK: SETOP KARTU PRAKERJA!

              TEMUKAN EMPAT MASALAH

              Sederet masalah pelaksanaan program Kartu Prakerja yang dilakukan secara online dinilai tidak
              efektif dan berpotensi merugikan keuangan negara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun
              meminta pemerintah menghentikan sementara gelombang ke-4 program tersebut. Pemerintah
              harus mengevaluasi pelaksanaan gelombang 1-3 yang sudah telanjur bergulir. Dan memperbaiki
              tata kelola yang semrawut.

              Hal itu merujuk hasil kajian KPK yang dilakukan selama tiga pekan. Wakil Ketua KPK Alexander
              Marwata mengatakan, pihaknya mengidentifi kasi sejumlah persoalan dalam 4 aspek terkait
              pelaksanaan Prakerja. "Sehingga pemerintah perlu melakukan perbaikan dalam implementasi
              program," ujar Alex dalam konferensi pers di gedung KPK, kemarin (18/6).

              Empat aspek yang dimaksud antara lain proses pendaftaran, kemitraan dengan platform digital,
              materi  pelatihan,  dan  pelaksanaan  program.  Terkait  proses  pendaftaran,  Alex  menyebut
              sejatinya ada 1,7 juta pekerja terdampak (whitelist) pemutusan hubu ngan kerja (PHK) berdasar
              data  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  dan  Badan  Penyelanggara  Jami  nan  Sosial
              (BPJS) Ketenaga kerjaan. Dari jumlah pekerja ter dampak itu hanya 143 ribu yang mendaftar.

              Sedangkan  9,4  juta  pendaftar  hingga  gelombang  ketiga  dinilai  bukan  target  yang  disasar
              program Prakerja. Dengan demikian, peng gu naan fitur face recogini tion senilai Rp30,8 miliar
              untuk kepentingan pengenalan peserta dalam proses pendaf taran itu menjadi tidak efisien.
              "Penggunaan  NIK  dan  keang  gotaan  BPJAMSOSTEK  sudah  memadai,"  paparnya.  Terkait

                                                           374
   370   371   372   373   374   375   376   377   378   379   380