Page 383 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 383

AIRLANGGA: RUU CIPTA KERJA BAKAL MENJADIKAN INDONESIA PALING MAJU DI
              ASEAN

              Jakarta  Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan
              saat  ini  pemerintah  dan  Dewan  Perwakilan  Rakyat  (DPR)  masih  fokus  menuntaskan
              pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law  Cipta Kerja  .

              Dia yakin, RUU tersebut diundangkan, dapat membuat Indonesia menjadi negara terdepan se-
              ASEAN.  Airlangga  menekankan,  pembahasan  beleid  yang  bertujuan  menyederhanakan
              birokrasi, peningkatan investasi dalam negeri, dan menciptakan tenaga kerja tersebut.

              "Pada  saat  saya  rapat  dengan  World  Bank,  saat  World  Economic  Forum  (WEF)  dan  lain
              sebagainya, mereka selalu sebut UU  cipta kerja  ini akan mendorong Indonesia melakukan
              transformasi dan kita bisa leading dibandingkan negara-negara lain di ASEAN," ujar Airlangga
              dalam Seminar Nasional Kajian Ekonomi Hipmi, Kamis (18/6/2020).

              Politikus Partai Golkar itu mengatakan, kendati masih dalam pembahasan, namun secara harfiah
              maksud dan ketentuan RUU Omnibus Law Cipta Kerja sudah disepakati parlemen. Hanya saja,
              ada beberapa klaster masih dikaji lebih dalam, seperti soal ketenagakerjaan.

              Adapun RUU Omnibus Law Cipta Kerja terdiri dari 15 Bab dan 174 Pasal yang terdiri dari sebelas
              kluster.

              Pertama,  klaster  penyederhanaan  perizinan  berusaha,  Kedua,  klaster  persyaratan  investasi.
              Ketiga,  klaster  ketenagakerjaan.  Keempat,  klaster  kemudahan  perlindungan  UMKM  dan
              Koperasi,  Kelima, klaster kemudahan berusaha. Keenam, klaster dukungan riset dan inovasi.
              Ketujuh, klaster administrasi pemerintahan. Kedelapan, klaster pengenaan sanksi. Kesembilan,
              klaster pengadaan lahan. Kesepuluh, klaster investasi dan proyek strategis nasional. Kesebelas,
              kawasan ekonomi.

              Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi Umarsyah mendukung DPR dan
              pemerintah m enyelesaikan Rancangan Undang Undang Cipta Kerja (  RUU Ciptaker  ) yang saat
              ini masih dibahas Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR).

              Umarsyah memberikan, catatan agar pembahasan RUU Cipta Kerja tidak terburu-buru dan harus
              melibatkan masyarakat supaya menghasilkan regulasi yang baik. Dia menyatakan PBNU siap
              duduk bersama dengan DPR dan memberikan masukan yang membagun terkait  RUU Ciptaker.

              "Konsentrasi  masyarakat  maupun  DPR  belum  optimal  karena  masih  fokus  pada  covid-19.
              Terlambat  sedikit  tidak apa-apa,  tapi  lebih  baik  hasilnya.  Ayo  kita  duduk  bareng,  kami  siap
              memberikan input," kata Umarsyah, Selasa (16/6/2020).

              Umarsyah  mengatakan,  peraturan  perundang-undangan  pada  hakikatnya  adalah  hasil
              kesepakatan sosial. Salah satu mekanisme yang perlu dilakukan adalah DPR melakukan dialog
              untuk menerima masukan strategis terkait  RUU Cipta Kerja  .

              Dengan  komunikasi  intensif  antara  DPR  dan  masyarakat,  Umarsyah  optimistis  akan  lahir
              undang-undang yang menjawab persoalan masyarakat di tingkat akar rumput.

              "Kalau  diprosesnya  benar  dan  DPR  mau  dengar  dan  mengenali  persoalan  di  bawah,  saya
              optimistis akan lahir Undang-Undang Cipta Kerja yang menjawab persoalan di UMKM. Karena
              sebenarnya  persoalan  ini  bukan  persoalan  baru,  ini  persoalan  lama  yang  berada  di  tataran
              UMKM," ucap Umarsyah..



                                                           382
   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387   388