Page 381 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 381

Ida mengatakan, selama ini persoalan dimulai dari proses pemberian izin bagi perusahaan yang
              akan  menempatkan  awak  kapal,  proses  rekrutmen  dan  pendataan,  proses  pelatihan  dan
              sertifikasi, proses pelatihan calon awak kapal, dan pengawasannya.

              "Tahapan-tahapan  tersebut  mutlak  kita  lakukan  evaluasi  dan  langkah-langkah  pembenahan
              agar dampak masalah yang ditimbulkan nantinya pada saat mereka bekerja di atas kapal dapat
              diminimalisir secara signifikan," tutur Ida.

              Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI)
              secara  jelas  menyatakan  bahwa  awak  kapal  perikanan  Indonesia  yang  bekerja  di  kapal
              berbendera  asing  merupakan  bagian  dari  PMI.  Pelindungan  PMI  mencakup  pelindungan
              sebelum, selama, dan setelah bekerja.

              "PMI juga dilindungi dari segi hukum, sosial, dan ekonomi," imbuh Ida.

              UU Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang baru tersebut disebutnya telah merumuskan
              dan melindungi hak dan kewajiban PMI beserta keluarganya. Namun ia mengakui bahwa dalam
              kenyataannya, masih terjadi kekerasan dan perbudakan modern di laut serta masih banyak hak-
              hak PMI berikut keluarganya yang dilanggar.

              Ia mengatakan untuk mewujudkan tata kelola penempatan awak kapal migran yang lebih baik,
              pendayagunaan potensi laut nasional beserta isi yang terkandung di dalamnya mutlak dilakukan
              untuk  kepentingan  bersama,  sehingga  laut  Indonesia  dapat  dimanfaatkan  oleh  rakyatnya
              sendiri.

              "Kedepannya para nelayan atau awak kapal perikanan tidak lagi hanya bekerja di kapal asing
              tapi juga kapal Indonesia yang baik," tutur Ida. (ark).










































                                                           380
   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385   386