Page 184 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 184
Menanggapi kenaikan UMP itu, Ekonom Senior Institute for Development of
Economics and Finance (INDEF), Aviliani meragukan kenaikan UMP membuat dunia
usaha semakin kompetitif. Ia menilai pemerintah terlalu ikut campur dalam
menentukan UMP.
Aviliani menilai pemerintah terlalu memaksakan kenaikan UMP di tengah tingkat
inflasi Indonesia yang rendah. Kemudian, Ia khawatir kenailan UMP memicu
pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin besar, sehingga malah
menurunkan daya beli masyarakat.
"Sekarang itu komponen di luar UMP itu bebannya sangat berat misal delivery
barang karena dengan kenaikan UMP bisa jadi menurunkan (daya saing). Jadi
sekarang pengusaha di negara lain diberikan sweetener (pemanis) dengan potongan
pajak. Jadi lebih pilih sana dong," terangnya di Hotel Westin, Jakarta, Kamis
(19/10).
Page 183 of 329.

