Page 244 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 244
Hanif memandang perlunya perhatian baik dari pemerintah pusat dan daerah
kedepannya terkait empat isu terkait ketenagakerjaan, diantaranya yaitu:
1. Ekosistem Ketenagakerjaan
Kondisi ekosistem ketenagakerjaan menurut dia masih kaku,sehingga berdampak
pada penciptaan lapangan kerja yang tersendat. Ini juga merupakan salah satu
penghambat masalah investasi di Indonesia. Hal tersebut tentu perlu adanya sinergi
responsif baik dari pusat maupun daerah, agar penciptaan pekerjaan bisa terus
tumbuh.
2. Pengembangan Skill
Ketidaksesuaian skill yang ada dipasar kerja berkaitan dengan kolaborasi partisipasi
dari dunia usaha. Selain itu juga perlu mendorong daerah agar lebih aktif
partisipasinya dalam bersinergi dengan pusat.
3. Ekosistem Kewirausahaan
Terkait hal ini tujuan yang diharapkan yakni bagaimana mereka bisa masuk ke pasar
kerja dan bisa berwirausaha. "Kita perlu memberikan ruang bagi para milenial yang
dilatih, serta pentingnya penguatan sinergi kepada para UMKM, dan platform digital
agar tren ini bisa terus berkembang," kata Hanif.
4. Ekosistem Inovasi
Peran Pemerintah daerah sangat penting ditengah banyaknya kaum milenial kreatif
dan produktif di masing-masing daerah. Pemerintah daerah dituntut untuk terus
memberikan dukungan terhadap perkembangan industri kreatif.
Sementara itu, dalam laporan kegiatannya Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan
Khairul Anwar menyampaikan rapat koordinasi membawa semangat, untuk
membangun sinergitas antara pusat dan daerah dalam pelaksanaan program-
program ketenagakerjaan.
Harapannya akan semakin terbentuknya sebuah ekosistem ketenagakerjaan yang
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Page 243 of 329.

