Page 248 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 248
1. Ekosistem ketenagakerjaan; kondisi ekosistem ketenagakerjaan kita masih kaku
sehingga berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang tersendat, yang juga
merupakan salah satu penghambat masalah investasi di Indonesia. Hal ini tentu
perlu adanya sinergi responsif baik dari pusat maupun daerah, agar penciptaan
pekerjaan bisa terus tumbuh.
2. Pengembangan skill; ketidaksesuaian skill yang ada di pasar kerja. Terkait hal ini
kolaborasi partisipasi dari dunia usaha sangat penting diperlukan. Serta mendorong
daerah agar lebih aktif berpartisipasi dalam sinergi dengan pusat.
3. Ekosistem kewirausahaan; terkait hal ini tujuan yang kita harapkan yakni
bagaimana mereka ini bisa masuk ke pasar kerja dan bisa berwirausaha. Kita perlu
memberikan ruang bagi para milenial yang kita latih, serta pentingnya penguatan
sinergi kepada para UMKM dan platform digital agar tren ini bisa terus berkembang.
4. Ekosistem inovasi; Peran pemerintah daerah sangat penting dalam hal ini di
tengah banyaknya kaum milenial yang kreatif dan produktif di daerahnya masing-
masing. Pemerintah daerah dituntut untuk terus memberikan dukungan terhadap
perkembangan industri kreatif.
Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan,
Khairul Anwar, menyampaikan bahwa semangat yang diusung dalam rapat
koordinasi ini adalah semangat untuk membangun sinergitas antara pusat dan
daerah dalam pelaksanaan program-program ketenagakerjaan.
Ia berharap, sebuah ekosistem ketenagakerjaan yang memberikan pelayanan
terbaik kepada masyarakat akan terbentuk.
Page 247 of 329.

