Page 304 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 304

Title          PENGUSAHA TAK PATUH UMP 2020 NAIK 8,51% SIAP-SIAP USAHA DISETOP
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      18 Oktober 2019
                              https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4751721/pengusaha-tak- patuh-ump-
               Page/URL
                              2020-naik-851-siap-siap-usaha-disetop
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan kenaikan upah minimum provinsi
               (UMP) 2020 sebesar 8,51%. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri menegaskan
               perusahaan yang tak mengikuti peraturan UMP bisa mendapatkan sanksi.

               Pasalnya kenaikan UMP ini wajib dan sesuai dengan Undang-undang tentang
               pengupahan. "Nggak bisa (perusahaan yang tidak mengikuti) kan itu wajib.
               Pembayaran upah minimum kan wajib," kata Hanif di Kantor Kemenko Perekonomian,
               Jakarta, Jumat (18/10/2019).

               Dia menjelaskan, sanksi yang diterapkan oleh pemerintah bisa bersifat administratif
               hingga pemberhentian usaha..

               "(Sanksi) banyak, ada yg sifatnya administratif, ada pemberhentian usaha, macam-
               macam. Kalau ada yang tidak kuat kan bisa mengajukan penangguhan upah, itu
               mekanisme yang tersedia kalau tidak ya tidak bisa," jelas Hanif Menurut dia, sejauh ini
               ada sejumlah temuan perusahaan yang tidak menuruti UMP yang sudah ditetapkan.
               Pemerintah sudah melakukan penegakan hukum, pembinaan sehingga kepatuhan
               meningkat.

               Sebelumnya Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-
               m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data Tingkat
               Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

               Sesuai dengan Pasal 44 Ayat 1 dan 2 PP Nomor 78 Tahun 2015, peningkatan nilai UMP
               tersebut berdasarkan formula penambahan dari pertumbuhan ekonomi nasional (PDB)
               dan data inflasi nasional.

               Data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional (pertumbuhan produk
               domestik bruto) yang akan digunakan untuk menghitung upah minimum tahun 2020,
               bersumber dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) sesuai dengan Surat
               Kepala BPS RI Nomor B-246/BPS/1000/10/2019 tanggal 2 Oktober 2019.

               Penetapan upah minimum 2020 merupakan hasil dari penambahan upah minimum 2019
               dikalikan tingkat inflasi plus pertumbuhan ekonomi nasional, sesuai dengan Pasal 44
               Ayat 1 dan Ayat 2 PP Nomor 78 Tahun 2015.

               (kil/hns) ump 2020 ump 2020 naik ump upah minimum provinsi.





                                                      Page 303 of 329.
   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309