Page 305 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 305
Title MENAKER ANCAM SANKSI PENGUSAHA BILA TAK PENUHI KENAIKAN UMP 2020
Media Name tirto.id
Pub. Date 18 Oktober 2019
https://tirto.id/menaker-ancam-sanksi-pengusaha-bila-tak-penuhi-kenaik an-ump-2020-
Page/URL
ejZF
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Bila ada pengusaha yang keberatan dengan kenaikan UMP agar mengajukan
penangguhan.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhaikiri mengatakan akan memberi
sanksi bagi perusahaan yang tidak mematuhi kenaikan upah sebanyak 8,51 persen
per 2020 nanti.
Bagi perusahaan yang melanggar, ia mengancam akan memberi sanksi mulai dari
yang bersifat administrartif sampai pemberhentian usaha.
"Gak bisa, itu wajib. Ada sanksi? Pasti ada, pembayaran upah minimum wajib, dan
kalau gak naikan upah," ucap Hanif kepada wartawan saat ditemui di Gedung
Kemenko Perekonomian, Jumat (18/10/2019).
Hanif juga mengatakan, pemerintah telah mempertimbangkan sejumlah indikator
seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebagaimana diatur dalam UU
Ketenagakerjaan.
Ia menjelaskan kenaikan upah adalah sesuatu yang wajar untuk dinaikan setiap
tahunnya.
Bila ada pelaku usaha yang keberatan, Hanif menyarankan mereka mengajukan
penangguhan, karena tidak mampu. Hanya dengan cara ini, keberatan mereka, kata
Hanif, bisa diperhitungkan dan tidak dikenakan sanksi.
Kepada pemerintah daerah, ia juga menegaskan kalau kenaikan upah ini wajib
mereka terapkan. Selain sanksi bagi pelaku usaha, pemerintah daerah juga
terancam hukuman.
Sampai saat ini, ia juga mengaku telah mendapati ada daerah yang tidak mengikuti
ketentuan aturan UMP.
Meskipun ada buruh yang menolak kenaikan upah ini, Hanif juga mengatakan, hal
itu tidak menjadi masalah karena kebijakan ini adalah win-win solution.
"Ada [yang tidak ikuti aturan UMP], tapi kita lakukan penegakan hukum, lakukan
pembinaan jadi level of compalience . Mereka ke regulasi ketenagakerjaan bisa naik.
Intinya jika ada yang keberatan mereka harus lewat mekanisme yang tersedia
dalam peraturan perundang-undangan," ucap Hanif.
Page 304 of 329.

