Page 307 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 307

Title          BURUH YOGYAKARTA TOLAK UMP BERDASARKAN PP 78
               Media Name     gatra.com
               Pub. Date      18 Oktober 2019
                              https://www.gatra.com/detail/news/451765/hukum/buruh-yogyakarta-tolak- ump-
               Page/URL
                              berdasarkan-pp-78
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative





               Dewan Pimpinan Daerah Konferensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)
               Daerah Istimewa Yogyakarta menolak penetapan upah minimum provinsi (UMP)
               2020 berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang
               Pengupahan.

               Sekretaris DPD KSPSI DIY Irsyad Ade Irawan berpendapat jika berpegang pada PP
               tersebut, UMP DIY 2020 tidak akan naik signifikan dan tetap menjadi UMP terendah
               se-Indonesia.

               "Kami menolak PP 78 dijadikan dasar penetapan upah tahun depan. Sesuai PP
               tersebut, kenaikan hanya 8 persen dan itu masih jauh dari kebutuhan hidup layak
               (KHL)," kata Irsyad di gedung DPRD DIY, Jumat (18/10).

               Penolakan ini disampaikan DPD KSPSI DIY saat beraudiensi dengan anggota Komisi
               D DPRD dan Dinas Tenaga dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY.

               Rendahnya UMP DIY bisa dilihat dari penetapan upah tahun ini yang hanya Rp1,8
               juta per bulan. Padahal, dari survei kelayakan hidup (KLH) di Kota Yogyakarta, upah
               buruh sebulan seharusnya Rp2,7 juta. "Begitu juga di empat kabupaten lain.
               Angkanya tidak jauh berbeda," lanjut Ade.

               Dengan UMP rendah ini, perekonomian buruh di Kota Yogyakarta sangat mungkin
               mengalami defisit. Alhasil wajar bila angka kemiskinan dan rasio gini di DIY tertinggi
               senasional.

               Karena itulah, mewakili kalangan buruh, DPD KSPSI DIY mendesak Pemda DIY
               menetapkan UMP pada November nanti sesuai besaran KHL.

               Ketua Komisi D DPRD DIY Kuswanto menyarankan DPD KSPSI melayangkan
               gugatan resmi kepada Pemda DIY agar penetapan UMP tidak berdasarkan PP
               Nomor 78 Tahun 2015.

               "PP 78 adalah acuan resmi dari Pemda menetapkan UMP tahunan. Jika memang
               ingin ada perubahan, monggo bareng menggugat secara akademik sesuai SOP dan
               objektif ke Dewan Pengupahan pusat," katanya.

               Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnaker DIY
               Ariyanto Wibowo membenarkan PP Nomor 78 Tahun 2015 menjadi acuan utama




                                                      Page 306 of 329.
   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311   312