Page 97 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 97
Angka tersebut diperoleh dari formula kenaikan 8,51 persen (inflasi ditambah
pertumbuhan produk domestik bruto tahun berjalan) yang telah diumumkan
pemerintah maka diperoleh angka UMK Batam 2020 berada pada nominal Rp
4.130.279.
"Dan dapat dipastikan upah ini sudah tidak kompetitif untuk regional ASEAN yang
notabenenya adalah negara-negara pesaing Batam, kecuali Singapura," kata
Ayung, sapaannya, Kamis (17/10/2019).
Ia pun mempertanyakan daya saing Batam di tengah ancaman resesi ekonomi.
Menurutnya dari segi upah, jelas Batam kalah.
"Sekarang yang harus didorong adalah dari sisi peningkatan produkvitas kerja,
perbaikan aturan investasi yang lebih friendly, menjaga iklim investasi yang nyaman
dan kondusif serta pemangkasan biaya logistik," ujarnya.
Ia melanjutkan, upah minimum itu sebenarnya merupakan safety net untuk pekerja
yang baru atau yang belum genap 1 tahun.
Kemudian, setelah satu tahun ke atas yang perlu diperhatikan yakni struktur upah
dan skala upah (SUSU) yang berbasis kinerja.
"Sehingga setiap tahun kita tidak perlu ribut lagi dengan pembahasan upah
sektoral," kata Ayung, memberi penilaian.
Keinginan pengusaha Besaran upah minimum kota (UMK) Batam 2020
diperkirakan mencapai Rp 4,1 jutaan.
Dasar penentuan besaran UMK Batam 2020 berdasarkan Peraturan Pemerintah
(PP) Nomor 78 Tahun 2015.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kepri , Cahya
memperkirakan kenaikan UMK Batam 2020 sebesar 8 persen.
Cahya mengatakan, kenaikan upah pekerja tentu membuat para pengusaha
semakin berat.
"Iya perkiraan naik 8 persen. Tapi bagaimana pun aturan harus dipatuhi dan tidak
bisa dilanggar," tegasnya, Rabu (16/10/2019).
Lantas bagaimana dengan buruh? Apakah mereka sepakat? Panglima Garda Metal
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMl) Batam Suprapto mengatakan,
angka itu belum menyentuh yang diinginkan buruh.
"Harus di atas Rp 4 juta. Harapan kami, UMK Batam Rp 4, 5 juta atau Rp 5 juta,"
kata Suprapto, Kamis (17/10/2019).
Page 96 of 329.

