Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 NOVEMBER 2019
P. 114
Dia mengaku, selama di PHK perusahaan pada awal Februari lalu, dia tidak bekerja
lagi.
"Saya tidak bekerja, hanya mengandalkan transferan dari pesangon itu untuk
kebutuhan hidup sehari-hari," imbuhnya.
Soal perubahan jangka waktu pembayaran pesangon yang semula 30 bulan
menjadi 60 bulan, dia mengaku belum mengetahui hal itu.
"Kalau itu saya belum tahu, setahu saya pesangon sudah menunggak dua bulan,"
terangnya.
Salah satu koordinator karyawan PT Tyfountex, Tri Agung Wibowo mengatakan,
memang belum semua karyawan mengetahui adanya perubahan jangka waktu
pembayaran.
"Karena setelah PHK, para karyawan terpisah, dan belum ada wadah untuk sumua
karyawan berkomunikasi," ujar Tri Agung Wibowo.
Sebagian karyawan yang datang kesini untuk menutut hak pesangon mereka yang
macet dibayarkan selama dua bulan terakhir.
Dia menambahkan, para pekerja ingin perjanjian pesangan kembali kepada
kesepakatan awal yang selama 30 bulan.
Karena karyawan jadi tidak mengetahui kapan dia akan ditransfer cicilan
pesangonnya itu.
"Kita berharapnya perusahaan kembali kepada perjanjian awal yang 30 bulan, dan
pemilik perusahaan bisa datang ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini,"
pungkasnya.
Page 113 of 135.

