Page 86 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 SEPTEMBER 2019
P. 86

Title          BUKAN MASALAH UPAH, INI PENYEBAB PHK DI INDUSTRI TEKSTIL
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      16 September 2019
                              https://nasional.kontan.co.id/news/bukan-masalah-upah-ini-penyebab-phk -di-industri-
               Page/URL
                              tekstil
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative













               Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyebut soal upah bukan menjadi penyebab
               pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tekstil. Banjir produk tekstil impor yang
               menjadi biang lesunya indusri tekstil dan berujung PHK.

               Ketua Umum API Ade Sudrajat mengatakan, pengusaha tekstil dengan tenaga kerja
               telah sepakat pengaturan upah menggunakan skema Peraturan Pemerintah (PP)
               Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.


               Menurutnya, turunnya industri tekstil hingga terjadi PHK dikarenakan banyaknya
               barang impor. Oleh karena itu perlu ada tindakan pengamanan dan harmonisasi tarif
               bagi barang impor.

               "Kami secara resmi men-submit safeguard ke Kementerian Perdagangan
               (Kemendag) dan sudah mendapat persetujuan," ujar Ade di kompleks Istana
               Kepresidenan, Senin (16/9).


               Kata Ade, safeguard diungkapkan diusulkan hanya akan dilakukan selama tiga
               tahun. Namun, pemberlakuan safeguard harus mengikuti aturan Organisasi
               Perdagangan Dunia (WTO).


               Selain safeguard, API juga meminta harmonisasi tarif. Khususnya bagi barang impor
               yang berasal dari China karena ada ASEAN-China Free Trade Agreement.


               Perjanjian dagang tersebut membuat tarif impor kain dan garmen menjadi 0%.
               Sementara untuk produk hulu ada bea masuk sebesar 5% bahkan ada tambahan
               tarif anti dumping hingga 9%.


               "Tarifnya bisa ada yang menjadi 15% ada yang 20%, itu yang membuat industri
               kita jadi lemah," terang Ade.


               Harmonisasi diusulkan kepada Menteri Perindustrian (Menperin). Produk yang harus
               mendapat bea masuk 0% hingga 5% merupakan produk hulu sedangkan bea
               masuk kain 9%, dan garmen sebesar 12%.






                                                       Page 85 of 86.
   81   82   83   84   85   86   87