Page 81 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 SEPTEMBER 2019
P. 81
"Kalau orang jatuh, kok dibelah perutnya. Tangannya normal, kedua tungkai kakinya
juga normal. Hanya salah satu paha yang tampak ada tanda luka. Jadi terus terang
saja, dugaan kami ada penganiayaan. Dan ini sudah ditarget," kata Mahrus.
Maka ia meminta kepada Polda Malut agar lakukan autopsi terhadap jasad istrinya.
Pihak keluarga rela makam Lily kembali digali untuk kepentingan autopsi. Mahrus
memang telah melaporkan kasus ini kepada pihak Polda Malut.
Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar, saat ditemui awak media di ruangannya,
mengatakan kemarin tiga penyidik telah dikirim ke Jakarta untuk mengidentifikasi
sekaligus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Badan Nasional Penempatan
dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan kepolisian Malaysia.
Dalam surat keterangan domisili perusahaan yang terdaftar di Disnaker Kota Ternate,
diketahui PT Maharani Tri Utama Mandiri beralamat di RT 11/RW 06, Kelurahan
Marikurubu, Ternate Tengah. Di sana Kepala cabang perusahaan tersebut, Tri Cahyo
Edy Prasetyo mengontrak sebuah rumah. Namun, hanya bagian depannya saja.
Saat kru cermat mengunjungi rumah tersebut pada Senin (16/9), tak ditemukan papan
nama yang menunjukkan bahwa di situ terdapat sebuah kantor.
Menurut salah satu warga yang indekos di sisi belakang rumah itu, Prasetyo terakhir
dilihat pada Senin 9 September 2019 atau seminggu lalu. Selama ini, kata warga lain,
yakni Jein, ia tak melihat bahwa di sana ada aktivitas kantor. Saat terakhir bertemu,
Prasetyo sempat mengatakan bahwa ia hendak ke Mapolda Malut.
Sementara itu, menurut Hendri Badar, pihaknya sampai saat ini belum memanggil yang
bersangkutan, karena masih menunggu hasil penyidikan di Jakarta dan Malaysia.
PT Maharani Tri Utama Mandiri sendiri terdaftar dengan akta pendirian bernomor C-
344.03.01-Th. 2002 dan terdaftar secara resmi di Disnaker Kota Ternate.
Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Ternate, Lamadi Misila menegaskan jika
ditemukan kesalahan dari perusahaan tersebut maka pihaknya akan segera mencabut
izin operasinya.
"Kalau memang dia bersalah kita akan langsung menyurat ke provinsi, bahwa dia tidak
bisa lagi beroperasi di sini," tukasnya.
Page 80 of 86.

