Page 78 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 SEPTEMBER 2019
P. 78
Title MENINGGAL DI MALAYSIA, JASAD TKW ASAL TERNATE PENUH JAHITAN
Media Name kumparan.com
Pub. Date 16 September 2019
https://kumparan.com/ceritamalukuutara/meninggal-di-malaysia-jasad-tkw -asal-ternate-
Page/URL
penuh-jahitan-1rsPEYGUSHY
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
MENINGGAL DI MALAYSIA, JASAD TKW ASAL TERNATE PENUH
JAHITAN
Lily Wahidin (28) diketahui meninggal di Malaysia. Di tubuhnya terdapat jahitan yang
memanjang dari leher hingga organ vital. Suaminya, Mahrus Adam mendesak pihak
kepolisian agar lekas melakukan autopsi.
Suara Mahrus Adam terhenti sejenak, kepalanya menunduk, lelaki paruh baya itu
seperti menunggu waktu yang pas untuk bercerita tentang nasib istrinya, Lily Wahidin.
Dari wajahnya tampak Mahrus menahan tangis. Kepergian Lily masih menjadi pukulan
baginya.
Sabtu 13 Juli 2019 adalah kali terakhir Lily bertemu dengan keluarganya. Pada hari itu,
dengan menumpangi maskapai Lion Air, Lily berangkat menuju Jakarta.
Keberangkatannya ini bukan tanpa tujuan, melainkan untuk bekerja sebagai Tenaga
Kerja Wanita (TKW) di Malaysia.
Kepada awak media, Senin (16/9) di rumahnya, Mahrus berkisah, suatu ketika Lily
menyampaikan niatan hendak mengikuti tes pada sebuah perusahaan. Perusahaan yang
dimaksud Lily adalah PT Maharani Tri Utama Mandiri, sebuah perusahaan penyalur
tenaga kerja yang berdomisili di Kelurahan Marikurubu, Ternate Tengah.
Niatan itu disetujui oleh Mahrus, dengan alasan karena istrinya mendesak. Mahrus
mengakui, Lily memang sejak lama berkeinginan pergi ke luar negeri, sehingga
lowongan kerja ini dianggap sebagai berkah.
Mendapati persetujuan dari sang suami, Lily lantas mendaftarkan dirinya ke PT
Maharani Tri Utama Mandiri. Berbagai persyaratan ia sanggupi, mulai dari tes
kesehatan, hingga kelengkapan administrasi.
"Waktu itu Tri Cahyo Edy Prasetyo (kepala cabang PT Maharani Tri Utama Mandiri)
bilang kalau istri saya sehat," kata Mahrus dengan nada yang kini terdengar geram.
Singkat cerita, Lily dinyatakan lolos tes dan akan diberangkatkan ke Malaysia. Namun
sebelum itu, kata Mahrus, Lily diwajibkan mengikuti pelatihan selama 200 jam di Bekasi.
Salah satu hal yang dipelajari dalam pelatihan ini adalah tentang bahasa. Ini penting
agar nanti komunikasi pekerja dengan majikan tidak menjadi kendala.
Pada 22 Agustus, Lily dibawa dari Bekasi menuju ke Tangerang untuk persiapan
lanjutan hingga 26 Agustus. Di sini, kata Mahrus, mulai ditemui kejanggalan. Surat
kontrak yang semula dijanjikan bakal diteken ketika Lily sampai di rumah majikan,
ternyata telah ditandatangani entah oleh siapa. Bahkan pada kolom yang seharusnya
dibubuhi paraf calon majikan Lily juga telah terisi.
Page 77 of 86.

