Page 79 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 SEPTEMBER 2019
P. 79

Lily mulai merasa ada yang tak beres. Ia kemudian memotret dokumen kontraknya dan
               kemudian dikirimkan kepada saudaranya.


               "Ia suruh simpan (gambar berkas), katanya penting. Dia juga bilang nanti kalau sampai
               Malaysia berkas itu sudah tak akan dipegang olehnya," kata Mahrus. Dan prediksi Lily
               benar, sesampainya di Malaysia, berkas-berkas tersebut tak diberikan kepadanya.

               28 Agustus Lily bersama dengan dua orang temannya yang merupakan calon TKW asal
               Ambon berangkat menuju Pulau Penang, sebuah wilayah di semenanjung barat
               Malaysia.

               Ketika sampai di sana, Lily sempat berkomunikasi dengan suaminya lewat panggilan
               video. Hampir satu jam berkomunikasi, pihak agensi datang untuk menjemput Lily
               bersama dua temannya itu. Mahrus bilang, setelah istrinya keluar dari bandara menuju
               kantor agensi, saat itu, pihak keluarga sudah tak dapat lagi menghubungi Lily.


               Namun besoknya, Lily masih sempat mengontak Mahrus dengan menggunakan nomor
               ponsel berkode Malaysia.

               "Pak, saya sudah tiba di rumah majikan," ucap Lily saat itu kepada Mahrus.


               Besoknya lagi, atau pada 30 Agustus 2019, Mahrus kembali menerima panggilan
               telepon dari Malaysia. Kali ini bukan suara Lily yang ada di seberang, melainkan pihak
               agensi. Mereka menyampaikan kepada Mahrus bahwa Lily dalam keadaan sakit.

               Mendengar hal itu, Mahrus meminta agar istrinya dipulangkan saja ke Indonesia.
               Namun pihak agensi malah mengatakan bahwa Lily hanya berpura-pura sakit. Pihak
               agensi yang dalam hal ini adalah PT Maharani Tri Utama Mandiri yang berada di
               Malaysia mengatakan jika ingin dipulangkan, Mahrus harus menyediakan uang sebesar
               Rp 30 juta sebagai ganti rugi. Mahrus menyanggupinya.


               Khawatir atas keadaan istrinya, Mahrus meminta agar dapat berbicara dengan Lily.
               Ponsel pun diberikan kepada perempuan berusia 28 tahun itu. Saat itu, Lily mendesak
               ke sang suami agar ia segera dipulangkan. Ia sempat pingsan dan merasa lemas. Tak
               sempat berbicara lama, ponsel kembali diambil oleh pihak perusahaan.

               Saat itu, Lily telah dibawa ke kantor PT Maharani Tri Utama Mandiri. Ini yang kemudian
               disesalkan Mahrus. Harusnya, kata dia, orang sakit dibawa ke Rumah Sakit bukan malah
               ke kantor agensi. Informasi tentang istrinya kembali macet.


               Mahrus mulai gelisah, ia kemudian mengontak kantor pusat PT Maharani Tri Utama
               Mandiri yang berada di Jakarta guna menanyakan keadaan istrinya. Jawaban yang ia
               peroleh justru mengecewakan. Mereka justru tak mengetahui bahwa istrinya sedang
               sakit.

               Sejak saat itu, kepanikan mulai melanda diri Mahrus. Ia terus berusaha menelepon Lily
               namun tak juga berhasil.

               Tak kunjung mendapati kabar sang istri, pada Senin 2 September 2019, Mahrus
               mengajak orang tua Lily pergi ke kantor cabang PT Maharani Tri Utama Mandiri. Di sana




                                                       Page 78 of 86.
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84