Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 SEPTEMBER 2019
P. 73
seharusnya dibubuhi paraf calon majikan Lily juga telah terisi. Lily mulai merasa ada
yang tak beres. Ia kemudian memotret dokumen kontraknya dan kemudian
dikirimkan kepada saudaranya.
"Ia suruh simpan (gambar berkas), katanya penting. Dia juga bilang nanti kalau
sampai Malaysia berkas itu sudah tak akan dipegang olehnya," kata Mahrus. Dan
prediksi Lily benar, sesampainya di Malaysia, berkas-berkas tersebut tak diberikan
kepadanya.
28 Agustus, Lily bersama dengan dua orang temannya yang merupakan calon TKW
asal Ambon berangkat menuju Pulau Penang, sebuah wilayah di semenanjung barat
Malaysia.
Ketika sampai di sana, Lily sempat berkomunikasi dengan suaminya lewat panggilan
video. Hampir satu jam berkomunikasi, pihak agensi datang untuk menjemput Lily
bersama dua temannya itu. Mahrus bilang, setelah istrinya keluar dari bandara
menuju kantor agensi, saat itu, pihak keluarga sudah tak dapat lagi menghubungi
Lily.
Namun besoknya, Lily masih sempat mengontak Mahrus dengan menggunakan
nomor ponsel berkode Malaysia.
"Pak, saya sudah tiba di rumah majikan," ucap Lily saat itu kepada Mahrus.
Besoknya lagi, atau pada 30 Agustus 2019, Mahrus kembali menerima panggilan
telepon dari Malaysia. Kali ini bukan suara Lily yang ada di seberang, melainkan
pihak agensi. Mereka menyampaikan kepada Mahrus bahwa Lily dalam keadaan
sakit.
Mendengar hal itu, Mahrus meminta agar istrinya dipulangkan saja ke Indonesia.
Namun pihak agensi malah mengatakan bahwa Lily hanya berpura-pura sakit. Pihak
agensi yang dalam hal ini adalah PT Maharani Tri Utama Mandiri yang berada di
Malaysia mengatakan jika ingin dipulangkan, Mahrus harus menyediakan uang
sebesar Rp 30 juta sebagai ganti rugi. Mahrus menyanggupinya.
Khawatir atas keadaan istrinya, Mahrus meminta agar dapat berbicara dengan Lily.
Ponsel pun diberikan kepada perempuan berusia 28 tahun itu. Saat itu, Lily
mendesak ke sang suami agar ia segera dipulangkan. Ia sempat pingsan dan
merasa lemas. Tak sempat berbicara lama, ponsel kembali diambil oleh pihak
perusahaan.
Saat itu, Lily telah dibawa ke kantor PT Maharani Tri Utama Mandiri. Ini yang
kemudian disesalkan Mahrus. Harusnya, kata dia, orang sakit dibawa ke Rumah
Sakit bukan malah ke kantor agensi. Informasi tentang istrinya kembali macet.
Mahrus mulai gelisah, ia kemudian mengontak kantor pusat PT Maharani Tri Utama
Mandiri yang berada di Jakarta guna menanyakan keadaan istrinya. Jawaban yang
ia peroleh justru mengecewakan. Mereka justru tak mengetahui bahwa istrinya
Page 72 of 86.

