Page 51 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 JANUARI 2020
P. 51

Title          BURUH SOAL OMNIBUS LAW: TOLAK HINGGA ANCAM GUGAT KE MK
               Media Name     kumparan.com
               Pub. Date      27 Januari 2020
                              https://kumparan.com/kumparanbisnis/buruh-soal-omnibus-law-tolak-hingg a-ancam-
               Page/URL
                              gugat-ke-mk-1sioXXkri5D
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Pemerintah tengah menyelesaikan draf Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus
               Law Cipta Lapangan Kerja atau dikenal dengan RUU 'Cilaka.' Beleid tersebut

               ditargetkan bisa disahkan tahun ini dan berlaku mulai 2021.

               Namun, pihak buruh atau serikat pekerja menolak aturan itu untuk disahkan.
               Alasannya mulai dari tak dilibatkan hingga isi dari pasal beleid itu yang dinilai hanya

               akan menguntungkan pengusaha, tanpa memperhatikan nasib buruh.

               Berikut kumparan rangkum mengenai pro kontra Omnibus Law Cipta Lapangan
               Kerja:

               Buruh Khawatir Upah Minimum Dihapus

               Salah satu yang dipersoalkan buruh dalam Omnibus Law adalah sistem pengupahan

               berdasarkan upah per jam. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said
               Iqbal, khawatir jika hal ini akan menjadi 'senjata' pengusaha untuk mengakali para

               pekerja.

               "Setelah kami kaji, ini akan menghapus sistem upah minimum yang berlaku selama

               ini untuk para buruh yang bekerja satu tahun ke bawah," ujar Said.
               Sistem upah per jam juga dikhawatirkan menghapus hak pegawai perempuan untuk

               cuti haid maupun melahirkan. Selama ini, para pekerja perempuan diberikan cuti

               haid selama dua hari serta 1,5 bulan sebelum dan sesudah melahirkan. Cuti ini pun
               tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar upah kepada pegawai.

               "Apalagi bagi perempuan, cuti haid dan melahirkan bisa saja (tidak dibayar), karena

               memang sistem upahnya yang per jam," kata dia.
               Said menilai RUU Omnibus Law 'Cilaka' hanya berorientasi kepada pelaku dunia

               usaha, tanpa mendengarkan suara para pekerja atau buruh. Padahal, setiap




                                                       Page 50 of 60.
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56