Page 52 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 JANUARI 2020
P. 52

pembentukan undang-undang usaha maupun investasi tidak terlepas dari regulasi

               tenaga kerja.
               "Ini yang kami pertanyakan. Selama ini pembahasan selalu tertutup, kami tidak

               pernah diajak bicara, tidak pernah dibahas pasal per pasalnya," tuturnya.

               Omnibus Law 'Cilaka' Salah Sasaran
               Said menilai, pemerintah justru salah sasaran jika tujuan adanya Omnibus Law

               adalah untuk mendatangkan investasi. Kondisi investasi di Indonesia juga tak

               seburuk yang dikatakan pemerintah.
               "Kalau kita baca di halaman pribadinya Faisal Basri, investasi kita tuh masih tumbuh.

               Malahan lebih baik dibandingkan negara peers, Malaysia juga kalah sama kita.

               Makanya kalau tujuannya investasi, kayaknya kok aneh, kan enggak jelek-jelek

               amat," jelasnya.
               Pada 2014, pertumbuhan investasi Indonesia tercatat sebesar 4,45 persen. Laju

               investasi tersebut meningkat hingga mencapai 6,67 persen pada 2018.

               Dalam laman pribadi Ekonom Senior Faisal Basri, disebutkan bahwa pertumbuhan

               investasi Indonesia lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Afrika Selatan, dan Brasil.
               Selain itu, investor asing juga dinilai masih antusias menanamkan dananya di dalam

               negeri. Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi, setelah China dan India.

               "Makanya kenapa pemerintah harus nurunin kesejahteraan. Jangan lah pemerintah
               memberikan janji manis ke kami, gula-gula, nanti kami akan semakin marah, jangan

               bohongi kami. Jangan sampai itu RUU Cipta Lapangan Kerja jadi benar-benar celaka

               buat buruh dan pemerintah juga, karena ekonominya jadi turun," kata dia.
               Sistem pengupahan yang akan berlaku per jam, kata Said, dapat menekan konsumsi

               masyarakat. Sehingga hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

               "Kalau secara teori, pertumbuhan ekonomi itu kan salah satunya karena faktor

               konsumsi, ini yang besar porsinya. Kalau upah kami saja tidak layak, per jam, ya
               mau belanja bagaimana, konsumsi akan menurun," jelasnya.

               Ancam Gugat ke MK

               Buruh juga bersikukuh agar Omnibus Law 'Cilaka' tak disahkan menjadi UU. Mereka

               meminta pemerintah untuk terlebih dulu melibatkan serikat pekerja dan membahas
               secara rinci seluruh pasal dalam beleid tersebut.





                                                       Page 51 of 60.
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57