Page 157 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 157
Presiden Joko Widodo menerima tiga pimpinan serikat buruh/serikat pekerja di
Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/4/2020).
Mereka adalah Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPI Said Iqbal, dan
Presiden KSBI Elly Rosita.
"Serikat pekerja menolak keras omnibus law dan meminta pembahasan dilakukan
secara terbuka dengan Presiden Joko Widodo," kata Andi seusai pertemuan.
Di saat bersamaan, 92 akademisi Tanah Air menandatangani petisi penolakan
Omnibus Law RUU Cipta Kerja.
Guru Besar Hukum dari Universitas Padjadjaran Susi Dwi Harijanti menyatakan,
petisi ini merupakan seruan kepada DPR dan pemerintah agar pembahasan RUU
Cipta Kerja segera dihentikan.
"Kami melakukan seruan ke DPR dan pemerintah untuk segera menghentikan
pembahasan RUU Cipta Kerja dan membahas lebih lanjut dengan masyarakat yang
terkena dampak akibat RUU ini," kata Susi dalam konferensi pers "92 Akademisi
Tolak Omnibus Law' yang disiarkan virtual, Rabu (22/4/2020).
Selain substansi draf RUU yang dianggap bertentangan dengan UUD 1945,
pembahasan RUU Cipta Kerja yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 dinilai
tidak etis.
Susi menyatakan, pembentukan undang-undang harus tunduk pada nilai etik dan
moral.
"Penyelenggaraan negara, termasuk pembentukan undang-undang, tidak hanya
berlandaskan pada norma konstitusi dan undang-undang, melainkan tunduk pula
pada nilai-nilai etik atau moral," ujar dia.
Page 156 of 254.

