Page 155 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 155

Title          POLEMIK KLASTER KETENAGAKERJAAN DI RUU CIPTA KERJA, ANTARA DITUNDA DAN
                              DIHAPUS
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      24 April 2020
               Page/URL       https://nasional.kompas.com/read/2020/04/24/08404071/polemik-klaster-k
                              etenagakerjaan-di-ruu-cipta-kerja-antara-ditunda-dan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Klaster ketenagakerjaan dalam draf omnibus law RUU Cipta Kerja sejak awal
               mendapatkan sorotan publik, khususnya dari serikat buruh dan serikat pekerja. Draf
               dianggap terlalu berpihak pada kepentingan pemodal atau korporasi.


               Namun, DPR dan pemerintah bergeming dan terus melanjutkan pembahasan RUU
               Cipta Kerja.


               Melalui rapat kerja pembahasan RUU Cipta Kerja, DPR dan pemerintah akhirnya
               sepakat untuk mendahulukan pembahasan klaster-klaster lainnya yang tidak
               menimbulkan kontroversi publik.


               Oleh sebab itu, klaster ketenagakerjaan akan dibahas terakhir.

               "Yang kita sepakati, khsusus klaster ketenagakerjaan kita minta bersama
               pemerintah agar dilakukan pembahasan di bagian akhir dari keseluruhan klaster,"
               kata Ketua Baleg Supratman Andi Agtas dalam rapat kerja bersama pemerintah di
               kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2020).


               Dikatakan, RUU Cipta Kerja terdiri atas 11 klaster pembahasan yang dituangkan
               dalam 15 bab dan 174 pasal.


               Selain klaster ketenagakerjaan, 10 klaster lainnya yaitu, penyederhanaan perizinan,
               persyaratan investasi, kemudahan berusaha, serta kemudahan, kemberdayaan, dan
               perlindungan UMKM dan perkoperasian.


               Kemudian, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan
               sanksi, pengadaan lahan, investasi dan proyek strategis nasional, dan kawasan
               ekonomi.


               Belakangan, Ketua DPR Puan Maharani juga menyuarakan agar Badan Legislasi
               (Baleg) menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam draf omnibus law
               RUU Cipta Kerja.


               Permintaan itu dilontarkan seiring mulai berjalannya proses pembahasan oleh
               Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja.







                                                      Page 154 of 254.
   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160