Page 253 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 253
Title RUU CIPTA KERJA KLASTER KETENAGAKERJAAN DITUNDA, BURUH: SUJUD SYUKUR
Media Name detik.com
Pub. Date 24 April 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4990138/ruu-cipta-kerj a-klaster-
Page/URL
ketenagakerjaan-ditunda-buruh-sujud-syukur
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Pihak buruh menyambut baik keputusan yang diambil Presiden Joko
Widodo (Jokowi) untuk menunda pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU)
Omnibus Law Cipta Kerja . Keputusan pemerintah itu senada dengan pihak Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR). Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
(KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan seluruh buruh merasa haru mendengar
keputusan Jokowi. Meskipun dirinya sebelumnya mengaku sudah tau apa yang akan
diumumkan Presiden.
"Kami saat ini menangis bahagia, terharu. Jutaan buruh sujud sukur bahagia, dari
Sabang sampai Merauke," ujarnya kepada detikcom, Jumat (24/4/2020).
Andi sendiri beberapa hari yang lalu bersama dengan Presiden Konfederasi Serikat
Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh
Sejahtera Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban bertemu dengan Jokowi. Mereka
membahas secara spesifik tentang Omnibus Law Cipta Kerja klaster
ketenagakerjaan. Andi mengaku sudah bisa menebak apa yang akan disampaikan
Jokowi. Meski tak bisa menyampaikan lebih dulu, dia yakin apa yang akan
disampaikan Jokowi akan membahagiakan para buruh.
"Karena saya yakin Presiden pasti mendengar. Beliau ambil keputusan itu bukan
karena tekanan demo, tapi karena hati nurani," tuturnya.
Pria yang juga duduk sebagai Komisaris PT PP itu mengaku kenal dekat dengan
Jokowi dan menjadi loyalisnya. Oleh karena itu dia berani mempertaruhkan
jabatannya dan yakin tuntutan buruh akan dipenuhi.
"Saya dari awal bertaruh akan menaruh jabatan saya untuk menentang Omnibus
Law. Dan jerih payah saya tidak percuma," tuturnya.
Dengan keputusan itu KSPSI, KSPI dan KSBSI yang tergabung dalam Majelis Pekerja
Buruh Indonesia (MPBI) memutuskan untuk membatalkan aksi demo besar-besaran
yang dijadwalkan pada 30 April 2020. Hal itu juga disampaikan oleh Presiden KSPI
Said Iqbal.
"Maka dengan demikian, serikat buruh termasuk KSPI dengan ini menyatakan batal
atau tidak jadi aksi pada tanggal 30 April di DPR ri dan Kemenko Perekonomian,"
tuturnya. (das/dna)
Page 252 of 254.

