Page 249 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 249

ternyata dipaksakan ada pelatihan secara online, jelas tidak ada relevansi dengan
               jaring pengaman sosial," tegasnya.


               Menurut Sukamta ada banyak persoalan dari program kartu prakerja. Pertama,
               salah sasaran. Jika program tersebut dimaksudkan sebagai jaring pengaman sosial,
               mestinya hanya menyasar mereka yang kehilangan pekerjaan. Sementara program
               ini bisa menyasar siapa saja yang usianya di atas 18 tahun tidak sedang
               mengenyam pendidikan.

               Kedua, ragam pelatihan secara online bisa didapatkan dengan mudah dan bahkan
               beberapa perusahaan digital memberikan layanan secara gratis. Menurut dia,
               daripada membayar untuk pelatihan online lebih baik anggaran digunakan
               pemerintah untuk menyediakan internet gratis selama 4-6 bulan di masa Covid-19
               saat ini. Ini jauh lebih bermanfaat, masyarakat yang butuh pelatihan bisa mencari
               sendiri lewat internet yang disediakan koneksinya secara gratis. Ketiga, pemerintah
               menyatakan sendiri bahwa program pelatihan online ini tidak menjamin peserta
               dapat pekerjaan, jelas program ini menghamburkan anggaran Rp 5,6 triliun.

               Terkait dengan mundurnya CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara dari posisi
               Staf Khusus Kepresidenan, Sukamta mengapresiasinya. Namun demikian,
               mundurnya Belva ini dinilainya tidak menyelesaikan masalah utama.

               "Masalah konflik kepentingan pribadi Belva selesai, tapi masalah utamanya ada
               pelatihan online program kartu prakerja yang telah menunjuk 8 perusahaan digital,
               termasuk Ruangguru di dalamnya. Kalau Belva mau tuntaskan masalah, mestinya ia
               tarik Ruangguru dari program ini," ujar dia.

               "Juga perusahaan platform digital lainnya seperti Tokopedia, Bukalapak, OVO,
               LinkAja, dan lain-lain yang sudah ditunjuk mundurlah dari program ini. Perusahaan-
               perusahaan ini kapitalnya besar, di tengah pandemi Covid-19 alami lonjakan omzet,
               masak masih mau menyusu ke pemerintah. Mestinya dalam kondisi keprihatinan
               seperti ini, malah memberikan bantuan bukan mencari untung dengan cara seperti
               ini" tandas Sukamta.

               Reporter: Wilfridus Setu Embu  Sumber: Merdeka.com.



























                                                      Page 248 of 254.
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254