Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 99
Title OMNIBUS LAW DITUNDA, KADIN: JANGAN UBAH SUBSTANSI
Media Name bisnis.com
Pub. Date 26 April 2020
https://ekonomi.bisnis.com/read/20200426/12/1232782/omnibus-law-ditund a-kadin-
Page/URL
jangan-ubah-substansi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA -- Kalangan pengusaha menilai penundaan pembahasan klaster
ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja sudah tepat, tetapi bukan berarti hal tersebut
dapat dijadikan celah untuk mengubah substansi dan tujuan dari pembentukan
omnibus law.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) Indonesia Anton J. Supit penundaan pembahasan klaster ketenagakerjaan
tersebut sebenarnya tidak memberi dampak signifikan terhadap proses pemulihan
ekonomi akibat pandemi Covid-19.
"Sebelum Covid-19, masalah ekonomi sudah kompleks. Ekspor menurun, neraca
perdagangan defisit, target pajak tidak tercapai, lapangan kerja juga tidak capai
target, dan sebagainya. Dengan adanya Covid-19, saya kira tidak akan membaik,
malah mungkin lebih menurun sebab pascapandemi, semua negara akan berlomba
mencari investor untuk masuk negara mereka," katanya, Minggu (26/4/2020).
Indonesia pun, lanjutnya, tetap membutuhkan investasi pada modal sebab lebih dari
60 persen angkatan kerja di Tanah Air mengenyam pendidikan maksimal SMP.
Untuk itu, dia menilai klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja tetap harus
diloloskan untuk mempermudah investasi yang dibutuhkan Indonesia.
" Omnibus law tanpa ada aspek ketenagakerjaan akan menjadi hambar dan tidak
efektif. Pertanyaannya apa buruh dikorbankan? Sebenarnya tidak mengorbankan
buruh, tetapi mengembalikan kepada proporsi yang benar." Menurutnya, pesangon
di Indonesia saat ini maksimal bisa mencapai 32,4 bulan dari gaji terakhir. Angka
tersebut tidak hanya untuk buruh, tetapi berlaku untuk semua lini tenaga kerja,
kecuali TNI/Polri dan PNS, seusai UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
Padahal, jelas Anton, dalam RUU Cipta Kerja, pesangon menjadi maksimal 17 bulan
alias paling tinggi di antara negara Asia.
Page 98 of 254.

