Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 101
Title EKONOM SEBUT MASYARAKAT TAK BUTUH KARTU PRAKERJA DARI JOKOWI
Media Name suara.com
Pub. Date 26 April 2020
https://www.suara.com/bisnis/2020/04/26/163000/ekonom-sebut-masyarakat -tak-
Page/URL
butuh-kartu-prakerja-dari-jokowi
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Kritikan pedas terus mengalir terhadap program Kartu Prakerja yang digagas oleh
Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menanggulangi lonjakan Pemutusan
Hubungan Kerja atau PHK akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
Kali ini kritikan tersebut datang dari Peneliti Institute for Development of Economics
and Finance (Indef) Eko Listiyanto yang menilai masyarakat tidak terlalu
membutuhkan pelatihan yang ada di dalam program Kartu Prakerja tapi justru
membutuhkan bantuan sosial yang bersifat langsung kepada mereka.
"Tapi kenapa di Kartu Prakerja harus ada kursusnya, publik ini mengharapkan
harusnya bantuan kepada mereka yang kena PHK," kata Eko dalam konferensi pers
melalui video teleconference di Jakarta, Minggu (26/4/2020).
Selain itu kata Eko untuk meredam dampak PHK yang makin meluas, seharusnya
pemerintah juga menambah paket stimulus untuk sektor industri, sehingga jumlah
perusahaan yang mem-PHK karyawannya lebih sedikit.
"Perbaikan stimulus sektor rill, harusnya cepat, utamanya industri kena dampak,
supaya PHK tidak masal, masif, harus segera anggaran untuk mendorong stimulas
ekonomi," ucapnya.
Untuk diketahui, Kartu prakerja adalah program Presiden Joko Widodo (Jokowi)
untuk meningkatkan skill dan kemampuan para pencari kerja agar sesuai dengan
kebutuhan industri. Program ini juga diperuntukkan bagi mereka yang mengalami
pemutusan hubungan kerja (PHK).
Bagi mereka yang sukses mengikuti program kartu prakerja akan diberikan
pendidikan dan pelatihan. Setelah lulus akan mendapatkan sertifikat. Pelatihan
sendiri dilakukan secara online maupun offline.
Selain itu, peserta akan mendapatkan insentif sebesar Rp 3.550.000 per orang.
Rinciannya Rp 1 juta untuk bantuan pelatihan, Rp 600 ribu selama 4 bulan untuk
insentif pelatihan dan Rp 150 ribu insentif survei kebekerjaan yang dilakukan
sebanyak 3 kali.
Page 100 of 254.

