Page 378 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2020
P. 378
"Penerima manfaatnya adalah pencari kerja, yaitu pekerja informal dan formal
pelaku usaha yang terdampak Covid-19. Minimal usianya 18 tahun," ujar Askolani
dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu (8/9).
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
mengungkapkan program Kartu Prakerja merupakan bantuan biaya pelatihan bagi
buruh dan karyawan korban PHK maupun lulusan SMK/SMA yang mencari
pekerjaan.
"Prioritas diberikan kepada pencari kerja muda," ujarnya.
Dia mengatakan saat ini ada sekitar 7 juta penduduk Indonesia yang belum
mendapat kerja.
Dari jumlah tersebut, 3,7 juta usianya berkisar antara 18 - 24 tahun, 64% tinggal di
perkotaan dan 80% berpendidikan SMA ke atas.
"Pemerintah menyadari 90% dari mereka tidak pernah mengikuti pelatihan yang
bersertifikasi," kata Airlangga.
Oleh karenanya, imbuhnya, Kartu Prakerja diprioritaskan untuk pencari kerja muda
dan dengan bantuan pemerintah diharapkan tenaga kerja ini lebih kompeten,
berdaya saing dan produktif.
Apa saja insentifnya? Selama pandemi corona, pemerintah meningkatkan insentif
peserta program Kartu Prakerja menjadi sekitar Rp3,5 juta per orang, dari
sebelumnya yang hanya Rp650 ribu per orang.
Insentif sebesar Rp3,5 juta itu terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta,
insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp600 ribu dan insentif survei keberkerjaan
sebesar Rp150 ribu.
Dalam skema sebelumnya, pemerintah hanya mengalokasikan insentif sebesar
Rp650 ribu per bulan terdiri dari Rp500 ribu untuk uang pelatihan dan Rp150 ribu
untuk insentif survei kebekerjaan.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan peserta
Kartu Prakerja nantinya akan diseleksi oleh project management office (PMO).
Virus corona dan pengaruhnya terhadap psikologi kita: mulai dari rasisme hingga
afiliasi politik Perayaan Paskah sampai persiapan Ramadan di tengah pandemi
Covid-19 Bagaimana Covid-19 pengaruhi kehidupan sosial perempuan di Asia PMO
ialah organisasi yang mengelola program tersebut secara penuh, termasuk
menentukan balai latihan kerja (BLK).
"Kemudian, sambil dia melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan,
mereka akan mendapat manfaat dalam bentuk dana Rp 600 ribu per bulan, selama
empat bulan," ujar Askolani.
Page 377 of 394.

