Page 167 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 NOVEMBER 2019
P. 167
Title UMK TERLALU BERAT, INDUSTRI SEPATU BANTEN RELOKASI KE JATENG
Media Name tempo.co
Pub. Date 14 November 2019
https://bisnis.tempo.co/read/1272034/umk-terlalu-berat-industri-sepatu -banten-relokasi-
Page/URL
ke-jateng
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri Anom
menyampaikan bahwa sejumlah industri sepatu di Banten tengah melakukan proses
relokasi usaha ke beberapa daerah di Jawa Tengah. Industri terpaksa merelokasi
usahnya karena tidak mampu bertahan atas tingginya Upah Minimum Kabupaten
(UMK) dan kewajiban membayar Upah Minimum Sektoral (UMSK).
"Banten dirasa sudah kurang kompetitif. Salah satu yang memberatkan adalah UMK
plus UMSK, di mana untuk alas kaki di Banten itu, selain kita diminta memenuhi
UMK, kita ditambah lagi beban UMSK yang jumlahnya variatif Rp50.000-Rp100.000
per orang per bulan. Bayangkan kalau ada 50.000 pekerja," kata Firman dihubungi
di Jakarta, Kamis 13 November.
Firman memaparkan industri sepatu di Banten harus membayar Rp 4,1
juta/orang/bulan untuk memenuhi kewajiban UMK dan UMSK. Sementara di Jawa
Tengah, UMK saat ini masih di bawah Rp 2 juta per bulan.
Menurut Firman, saat ini sudah ada 25 industri sepatu yang mulai investasi di Jawa
Tengah dan sebagian besar ini berasal dari Banten. "Mereka menanamkan
investasinya ke berbagai daerah seperti Majalengka, Cirebon, Brebes, hingga
Temanggung dan Salatiga," ungkap Firman.
Dengan demikian, pabrik-pabrik tersebut memasuki masa transisi, di mana pabrik di
Page 166 of 193.

