Page 132 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MEI 2020
P. 132
Title KEMENAKER TUNDA SEMENTARA KEDATANGAN 500 TKA CHINA KE SULAWESI TENGGARA
Media Name sindonews.com
Pub. Date 05 Mei 2020
https://nasional.sindonews.com/read/17833/15/kemenaker-tunda-sementara -
Page/URL
kedatangan-500-tka-china-ke-sulawesi-tenggara-1588658739
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memutuskan menunda rencana
kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Konawe, Sulawesi
Tenggara. Dalam seminggu terakhir, pejabat daerah, anggata dewan, dan
masyarakat menyuarakan penolakan kedatangan TKA. Namun, ini belum
sepenuhnya batal. Penundaan ini sambil menunggu kondisi normal dan dinyatakan
aman.
Kepala Biro Humas Kemenaker R. Soes Hindharno mengatakan telah ada
komunikasi antara Dirjen Binapenta Kemenaker dengan pemda setempat terkait
polemik rencana kedatangan TKA Tiongkok.
Soes mengklaim penundaan ini telah memperhatikan usulan dan aspirasi
masyarakat. Tak terkecuali pandangan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi dan
Ketua DPRD Provinsi Abdurahman Saleh. "Kami putuskan untuk menunda rencana
kedatangan 500 TKA sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi
Corona. Selanjutnya, kami akan terus berkoordinasi dengan Gubernur dan Ketua
DPRD Sulawesi Tenggara," ujarnya dalam keterangan di laman resmi Kemenaker,
Selasa (5/5/2020).
Selepas menunda, Kemenakar telah mengambil langkah-langkah strategis lainnya.
Soes mengatakan pihaknya telah memerintahkan perusahaan terkait untuk
menunda kedatangan 500 TKA itu. Dua perusahaan yang akan mendatangkan TKA
adalah PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obisidian Stainless Steel.
"Pemerintah berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga situasi
ekonomi dapat pulih dan kesempatan kerja semakin terbuka," ujarnya.
Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memprotes rencana
"impor" tenaga kerja itu. Langkah itu dianggap melukai dan mencederai rasa
keadilan buruh Indonesia. Said menduga 500 TKA yang akan datang itu pekerja
kasar. "Rasanya tidak masuk akal kalau tidak ada orang Indonesia yang mampu
atau bersedia menempati possisi tersebut," ujar Presiden KSPI Said Iqbal.
Page 131 of 184.

