Page 136 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MEI 2020
P. 136

Pendapat senada dikemukakan Direktur Eksekutif Riset Center of Reform on
               Economics (Core) Piter Abdullah. Dia menilai sertifikasi peserta Kartu Prakerja tak
               akan banyak membantu pencari kerja mencari kantor baru, selepas mengikuti
               program ini.


               "Pada akhirnya tetap terpulang kepada yang bersangkutan untuk membuktikan
               keahliannya di lapangan," kata Piter kepada Lokadata.id.


               Prioritaskan pegawai lama

               Selain karena persoalan kompetensi, peserta Kartu Prakerja juga bisa kesulitan
               mendapat kerja lantaran pengusaha akan memprioritaskan eks pekerjanya untuk
               kembali direkrut pasca pandemi Covid-19.

               Prioritas ini diakui Hariyadi. Dia yakin pengusaha akan mengutamakan pekerja-
               pekerja lamanya untuk kembali direkrut setelah kondisi pulih.

               "Boro-boro mau terima orang baru. Pasti kan besok kalau kita pulih (usahanya),
               orang-orang lama kita yang didahulukan. Masa kami mau tinggalkan, pasti mereka
               yang kami aktifkan pertama dulu," katanya.

               Sebagai catatan, hingga Jumat (1/5) Kementerian Ketenagakerjaan mencatat
               jumlah pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK akibat pandemi Covid-19 telah
               mencapai 2,9 juta orang. Dirinci lebih jauh, ada 375.165 pekerja formal yang
               terkena PHK, 1,32 juta pekerja formal yang dirumahkan, dan 314.883 pekerja
               informal yang terdampak.

               Pendapat lain disampaikan Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial
               Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anton J. Supit. Dia menyebut masa depan
               rekrutmen dan para pencari kerja lulusan Kartu Prakerja masih abu-abu.

               Alasannya, saat ini para pengusaha masih fokus untuk berpikir bagaimana caranya
               agar mereka bertahan di tengah goncangan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
               Anton menyebut belum ada bayangan ihwal rencana rekrutmen yang akan
               dilakukan para pengusaha, ketika pandemi berakhir.

               "Tentu dengan kondisi ini kami akan bertahan dulu dengan apa yang ada di kami,"
               ujar Anton.

               Kedepankan insentif


               Sejak diluncurkan bulan lalu, implementasi Kartu Prakerja kerap disoroti lantaran
               beberapa masalah. Di antaranya, banyak indikasi bahwa pemberian Kartu Prakerja
               tak tepat sasaran, pemilihan mitra pelatihan yang bermasalah, hingga standar
               sertifikasi dianggap terlalu rendah.

               Program ini terkesan dipaksa berjalan saat pandemi Covid-19 terjadi. Kesan paksaan
               ini terlihat dari pernyataan Direktur Komunikasi Program Kartu Prakerja Panji
               Winanteya Ruky.



                                                      Page 135 of 184.
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141