Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MEI 2020
P. 162

Title          HATI-HATI! LEDAKAN GELOMBANG PHK SUDAH DEKAT
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      05 Mei 2020
                              https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5003364/hati-hati-leda kan-gelombang-
               Page/URL
                              phk-sudah-dekat
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta  -  Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tak bisa dihindari selama
               Pandemi COVID-19. Tak dapat disangkal bahwa merebaknya  virus Corona
               membuat dunia usaha babak-belur. Ketika pengusaha sudah terpojok, di mana
               anggaran perusahaan kian menipis maka efisiensi pekerja menjadi jalan terakhir
               yang harus dilakukan.

               Menurut Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan Muhammad Chatib
               Basri saat ini perusahaan-perusahaan hanya mampu bernapas sekitar 3-4 bulan usai
               menjalarnya virus Corona.


               "Jadi kalau dia mulai berlangsung dari bulan Maret, April, Mei, Juni mungkin, sampai
               Juni itu masih relatif kuat. Tetapi kalau lebih dari itu maka perusahaan akan kena
               ya, mereka mungkin harus mulai melakukan PHK," kata dia dikutip  detikcom  dari
               siaran CNBC Indonesia TV, Senin (4/5/2020).

               Saat ini saja gelombang PHK sudah mulai terjadi. Bahkan menurut Menteri
               Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, sekitar 3 juta pekerja terdampak merebaknya
               Corona. Dari jumlah itu, sebanyak 1,7 juta pekerja datanya sudah valid bahwa
               mereka dirumahkan maupun kena PHK. Sedangkan 1,2 juta pekerja sisanya masih
               menjalani validasi data.

               Chatib menjelaskan bahwa gelombang PHK akan semakin masif seiring habisnya
               sumber daya yang dimiliki oleh para pengusaha.

               "Sekarang sudah mulai terjadi (PHK). Tetapi mungkin akan jauh lebih masif. Karena
               itu, implikasinya adalah bagaimana supaya mereka tidak melakukan (PHK) itu,"
               sebutnya.

               Dalam hal ini pemerintah harus turun tangan untuk meredam PHK. Caranya dengan
               memberi dukungan kepada pengusaha melalui stimulus. Jika beban mereka tidak
               diringankan maka PHK tak dapat dihindari.


               "Maka yang terjadi adalah akan memberhentikan orang atau PHK. Maka itu perlu
               diberikan misalnya penjaminan dari kredit, subsidi bunga, supaya  private sector  ini
               tetap bisa menjalankan fungsinya. Kalau nggak diberikan maka riil sektornya akan
               kena," tambahnya.

               (toy/ara)





                                                      Page 161 of 184.
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167