Page 82 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MEI 2020
P. 82
Title RELAKSASI IURAN BPJAMSOSTEK HARUS SELEKTIF UNTUK PERUSAHAAN TERDAMPAK
COVID-19
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 05 Mei 2020
https://www.tribunnews.com/bisnis/2020/05/05/relaksasi-iuran-bpjamsost ek-harus-
Page/URL
selektif-untuk-perusahaan-terdampak-covid-19
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyatakan rencana
pemotongan iuran BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) sebesar 90 persen cukup
tepat.
Dia mengatakan, pemotongan ini sangat membantu arus kas perusahaan yang saat
ini terguncang akibat dampak pandemi Covid-19, sehingga proses produksi tetap
bisa berjalan.
"Rencana ini harus dituangkan dalam revisi PP No. 44 Tahun 2015 untuk (Jaminan
Kecelalaan Kerja), JKm (Jaminan Kematian) dan PP No. 45 Tahun 2015 tentang JP
(Jaminan Pensiun, karena dalam PP tersebut sudah sangat jelas ketentuan tentang
iuran JKK dan JKm serta JP yang harus dibayarkan perusahaan kepada
BPJamsostek. Atau dibuat PP mandiri secara tersendiri agar ketika relaksasi selesai
PP tersebut tinggal dicabut," jelas Timboel kepada Tribun, Senin (4/5/2020).
"Tentunya relaksasi ini harus benar-benar selektif ditujukan kepada perusahaan
yang sangat terdampak Covid19. Perusahaan yang masih mampu harus tetap
membayar iuran secara normal," sambungnya.
Baca: PKS Ingatkan Pemerintah: Investasi Asing Tak Boleh Langgar Pancasila dan
UUD 1945
Timboel menjelaskan, dengan dana kelolaan JKK sekitar Rp35 Triliun dan JKm
sekitar Rp12 triliun tentunya BPJamsostek masih memiliki kemampuan untuk
memberikan manfaat kepada peserta sesuai PP no. 82 tahun 2019 walalupun iuran
JKK dan JKm hanya 10 persen selama 3 bulan, dan bisa ditambah 3 bulan lagi.
"Kalau untuk JP hanya ada penundaan saja, tidak ada pemotongan iuran," tutur pria
yang akrab disapa Tabik.
Page 81 of 184.

