Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MEI 2020
P. 83
Adapun dampak negatif dari relaksasi ini adalah imbal hasil investasi untuk JKK dan
JKm akan berkurang nantinya mengingat jumlah iuran akan diterima berkurang
jumlahnya.
Demikian juga dengan JP karena waktu pembayaran iuran ditunda sampai oktober
2020 sehingga akan mempengaruhi investasi dana.
Selain itu kewajiban BPJamsostek untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN)
sesuai Peraturan OJK no. 1 Tahun 2016 juga akan berkurang karena pendapatan
iuran JKK dan JKm akan berkurang dengan relaksasi ini.
Sebelumnya, Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto mendukung kebijakan
pemerintah terkait rencana relaksasi iuran peserta untuk penanggulangan pandemi
wabah virus Covid-19.
"BPJamsostek mendukung sepenuhnya kebijakan tersebut agar membantu
perusahaan atau pemberi kerja tidak melakukan PHK dan memastikan pembayaran
THR," ujar Agus, di Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Agus memastikan program jaminan sosial yang diselenggarakan BPJamsostek akan
merelaksasi iuran sesuai kesepakatan dengan pemerintah.
"Iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)
rencananya dipotong 90 persen atau cukup dibayarkan pemberi kerja sebesar 10
persen setiap bulannya selama 3 bulan dan dapat diperpanjang 3 bulan lagi
berdasarkan evaluasi pemerintah," ucap Agus.
Adapun iuran Jaminan Pensiun (JP) rencananya dibayarkan sebesar 30 persen
setiap bulannya selama 3 bulan. Sedangkan selebihnya sebesar 70 persen dapat
ditunda pembayarannya sampai 6 bulan berikutnya.
Page 82 of 184.

