Page 45 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 NOVEMBER 2019
P. 45
Turun Kelas Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mandiri
kini ramai-ramai turun kelas sebagai dampak kenaikan iuran 100 persen.
Meski demikian, di Pulau Sumba belum banyak peserta mandiri yang mengurus
penurunan kelas.
Untuk diketahui, iuran BPJS Kesehatan bakal naik mulai 1 Januari 2020. Presiden Joko
Widodo sepakat menaikkan iuran BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat.
Peraturan Presiden (Perpres) 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan malah sudah
diteken tanggal 24 Oktober 2019 lalu dan berlaku sejak tanggal yang sama. Iuran
BPJS Kesehatan naik 100 persen.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu, Tri Mayudin, melalui Kepala
Bidang SDM Umum dan Komlik, Diana Mahartini, Rabu (6/11/2019), mengakui di
Kantor Cabang Waingapu sejauh ini setelah pemerintah pusat menaikan iuran BPJS
100 persen, belum banyak peserta mandiri yang mengurus penurunan kelas.
Beberapa peserta bahkan baru sebatas meminta informasi tapi belum turun kelas.
Perihal persyaratan turun kelas dan berapa hari lamanya proses pengurusan, Diana
menyarankan peserta mendatangi Kantor BPJS Kesehatan atau melalui aplikasi
Mobile JKN dengan catatan peserta bisa pindah kelas rawat apabila minimal satu
tahun mendaftar atau satu tahun ada di kelas rawat tersebut.
Diana mengakui sampai saat ini belum ada keluhan dari peserta perihal kenaikan
iuran.
"Sampai saat ini belum ada keluhan dari peserta mengenai penurunan kelas ini,"
ungkap Diana.
Apakah peserta mandiri dialihkan menjadi penerima bantuan iuran (PBI) atau peserta
yang ditanggung negara/daerah, Diana mengakuinya bisa jika sudah divalidasi oleh
dinas sosial di mana peserta memenuhi kriteria peserta penerima bantuan iuran.
Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul 55 Perusahaan di Sumba
Timur Mangkir Bayar Iuran, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Jaksa Menagih.
Page 44 of 135.

