Page 105 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 DESEMBER 2019
P. 105

Title          WARGA LEBAK DISERUKAN WASPADAI CALO TENAGA KERJA MIGRAN
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      07 Desember 2019
                              https://www.republika.co.id/berita/daerah/jabodetabek-nasional/19/12/0 7/q246od414-
               Page/URL
                              warga-lebak-diserukan-waspadai-calo-tenaga-kerja-migran
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, meminta masyarakat mewaspadai calo tenaga
               kerja migran atau sponsor yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri agar warga tidak
               menjadi korban kekerasan. Kasus kematian pekerja migran ilegal asal Lebak telah
               membunyikan alaram kewaspadaan.

               "Kami belum lama ini menerima dan menyerahkan jenazah Dayat (40), warga Lebak,
               kepada keluarganya. Dia bekerja ke Malaysia secara ilegal dengan visa turis," kata
               Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten
               Lebak Yuningsih di Lebak, Jumat.

               Yuningsih meminta masyarakat mewaspadai tawaran bekerja ke luar negeri dengan
               iming-iming gaji besar dari perusahaan ilegal. Ia menyebutkan, warga Lebak yang
               menjadi korban TKI ilegal itu bekerja di perkebunan kelapa sawit hingga meninggal
               dunia di Malaysia karena sakit.

               Pemerintah daerah bersama Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja
               Indonesia (BP3TKI) Provinsi Banten telah memulangkan jenazah pekerja migran itu.
               Namun, pihaknya tidak bisa memperjuangkan asuransi maupun gaji almarhum Dayat,
               karena ia bekerja secara ilegal.

               "Kami tetap melindungi warganya dengan memulangkan ke Tanah Air, setelah
               menerima laporan warga Lebak meninggal di Malaysia, kendati mereka bekerja ilegal
               tanpa memiliki dokumentasi," kata Yuningsih.

               Menurut Yuningsih, saat ini ada 66 warga Kabupaten Lebak bekerja migran di sejumlah
               negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam berdasarkan
               rekomendasi dari perusahaan terkait. Mereka mengadu nasib di negara tetangga itu
               dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga dan pekerja pabrik di kawasan industri
               berbekal pendidikan mulai dari jenjang SD sampai SMA.

               Ditemui secara terpisah, Mumun (25), salah seorang warga Kecamatan Sajira
               Kabupaten Lebak, mengaku dirinya akan berangkat bekerja ke Singapura sebagai
               asisten rumah tangga. Saat ini, persiapan persyaratan administrasi juga persyaratan
               lainnya sudah lengkap.

               "Bekerja ke luar negeri itu karena ingin mengubah kehidupan yang lebih baik, terlebih
               punya tanggungan seorang anak," ujarnya.



                                                      Page 104 of 150.
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110