Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 DESEMBER 2019
P. 108

Title          PEMKOT CIMAHI RAUP PENDAPATAN RP 900 JUTA DARI RETRIBUSI PEKERJA ASING
               Media Name     jabar.tribunnews.com
               Pub. Date      06 Desember 2019
                              https://jabar.tribunnews.com/2019/12/06/pemkot-cimahi-raup-pendapatan- rp-900-juta-
               Page/URL
                              dari-retribusi-pekerja-asing
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari  TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI  -
               Pemkot Cimahi  meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Izin
               Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) mencapai Rp 901.945.400.


                "Kalau sebelumnya gak masuk kas daerah karena belum ada Perdanya. Baru tahun
               ini ada, allhamdulilah sudah Rp 900 juta," kata Kepala Bidang Penempatan Pelatihan
               Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2TKT) pada Dinas Ketenagakerjaan dan
               Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi, Isnendi.

                Penarikan retribusi terhadap  pekerja asing  itu sudah tertera dalam Peraturan
               Daerah (Perda) Tahun 1 Tahun 2017 tentang Jasa Retribusi Perizinan Tertentu yang
               diikuti aturan teknis berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor Tahun 58 tentang
               Tata Cara Pemungutan Retribusi Perpanjangan Izin Pemperpanjang TKA.

                Isnendi menjelaskan pencapaian dana retribusi tersebut dari para pekerja asing dan
               perorangnya harus membayar 1.200 Dollar AS.

                 "Awalnya kita hanya menargetkan 36 orang, sampai saat ini ternyata sudah ada 53
               orang. Jadi memang tergantung kurs dollar yang berlaku fluktuatif. Kalau lagi bagus
               bisa sampai Rp 17 juta," jelasnya.

                Proses IMTA di Kota Cimahi akan dilanjutkan lagi tahun kedua sejak TKA bekerja
               hingga tahun ke-5.

                "Tahun pertama itu di pusat, tahun ke-6 nanti ke pusat lagi," ujarnya.


                Isnendi menjelaskan, para TKA yang bekerja di Kota Cimahi yang ditarik retribusi
               IMTA-nya tidak termasuk pekerja asing yang bekerja pada proyek Kereta Cepat
               Jakarta-Bandung (KCJB). Sebab, pekerja KCIC menjadi kewenangan dari pemerintah
               pusat.

                 "Kalau kita hanya menarik yang memang bekerja di perusahaan atau industri di
               Kota Cimahi. Asalnya beragam dari Jepang, China, Korea, Belanda, Belgia, USA,
               Malayasia," terangnya.

                Isnendi melanjutkan, pembayaran IMTA menjadi salah satu syarat agar  pekerja
               asing  memperoleh Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS). "Kalau sudah bayar nanti
               sebagai syarat KITAS, kalau belum bayar gak diperpanjang oleh Imigrasi," katanya..




                                                      Page 107 of 150.
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113