Page 77 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 AGUSTUS 2019
P. 77

pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi
               pratama di Jakarta, Senin (5/8/2019).

               Proses pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama ini sesuai dengan amanat
               Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu
               melalui tahapan mutasi jabatan atau job fit oleh panitia seleksi yang sebelumnya
               juga sudah mendapatkan rekomendasi oleh Komisi ASN. Hanif pun mengucapkan
               selamat kepada para pejabat yang baru dan menaruh harapan besar agar mereka
               yang baru dilantik bisa mengemban kepercayaan dengan sebaik-baiknya.


               "Segera bekerja dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru.
               Kementerian ini harus menjadi satu batang tubuh yang sama dalam pemikiran dan
               kinerja. Saya tidak ingin mendengar satu unit dengan unit yang lain bekerja sama
               menjadi hal yang sangat susah," kata Hanif.

               Menaker Hanif berpesan kepada pejabat yang dilantik, hal pertama yaitu perlunya
               peningkatan wawasan dan pengalaman.

               "Jangan sampai yang mengurus pelatihan hanya kaca mata kuda urus pelatihan.
               Yang mengurus PMI kaca mata kuda urus PMI terus. Saya ingin masing-masing dari
               kita dapat memiliki pengalaman di semua tempat sehingga dapat memperkaya
               wawasan dan pengalaman kita dalam rangka mempercepat kinerja Kementerian
               Ketenagakerjaan," kata Hanif.


               Pesan Menaker Hanif yang kedua yaitu pejabat pimpinan tinggi pratama ini dapat
               mendayagunakan seluruh potensi dari seluruh sumber daya yang ada di
               kementerian.

               "Pimpinan itu harus bisa menggerakkan, memotivasi dan memanfaatkan potensi
               yang ada. Hal ini tentu akan membuat makin banyak staff yang akan berkontribusi
               untuk pencapain kementerian," kata Hanif.

               Terakhir, Menaker Hanif tidak akan berhenti, bosan, dan lelah mengingatkan terkait

               terobosan dan inovasi. Hal ini sangat penting di tengah tentangan dunia
               ketenagakerjaan yang berubah.

               "Jika dahulu, orang mau kalah, jatuh, atau tumbang, tidak harus melakukan
               kesalahan apa-apa baik pribadi, organisasi, maupun institusi. Namun, kalau
               sekarang untuk jatuh, tumbang, atau kalah, cukup kita diam dan tidak berinovasi.
               Oleh karena itu, saya minta Bapak/Ibu sekalian untuk bisa segera bekerja menata





                                                       Page 76 of 78.
   72   73   74   75   76   77   78   79