Page 206 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 206

minimum berdasarkan acuan PP 36/2021 tentang pengupahan, turunan dari Undang-Undang
              Cipta kerja.
              "Harapan kami dalam pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur, Walikota, Bupati betul-betul
              mengikuti PP 36. Kami menyadari isu pengupahan selalu ada tarik menarik dan ketidakpuasan,"
              kata Ketua Apindo, Hariyadi Sukamdani, Selasa (2/11/2021).

              Kenaikan UMP ini selalu menjadi masalah setiap tahun. Namun menurut Hariyadi semua pihak
              harus mengikuti aturan yang berlaku saat ini dengan formula perhitungan yang baru. Dimana
              komponen terbaru ini menghitung pertumbuhan ekonomi atau inflasi daerah masing-masing,
              sehingga masih menunggu data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).

              Hariyadi mengingatkan kepala daerah seharusnya mengikuti perhitungan yang baru ini, sesuai
              Undang-Undang  yang  disahkan  Dewan  Perwakilan  Rakyat.  Karena  potensi  masalah  dan
              perbedaan penafsiran atau melakukan pendekatan yang berbeda-beda itu tetap ada.

              "Makanya kami mengingatkan kepala daerah, untuk mengikuti aturan yang baru. Bukan tidak
              mungkin ada tekanan yang kontra produktif," katanya.

              Penetapan  UMP  nantinya  akan  dituangkan  dalam  bentuk  Keputusan  Gubernur  yang  akan
              diumumkan  pada tanggal  21  November tahun berjalan,  dan  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota
              (UMK) ditetapkan dengan keputusan Gubernur paling lambat 30 November.

              Sehingga  Upah  Minimum  akan  diberlakukan  per  1  Januari  pada  tahun  berikutnya.  Saat  ini
              pemerintah bersama perwakilan pengusaha dan pekerja masih membahas isu pengupahan ini
              dengan Dewan Pengupahan Nasional (Dapenas).

              Wakil Ketua Dewan Pengupahan Adi Mahmud mengatakan permintaan satu organisasi buruh
              UMP naik 7%-10% itu hanya permintaan sepihak. Berdasarkan asumsi pasar sendiri seyogyanya
              mengikuti indikator perhitungan dari peraturan yang berlaku PP 36/2021.

              "Gubernur kami wanti-wanti antara pemerintah dan pekerja kiranya gubernur tidak diintervensi
              dalam penetapan UMP," katanya.

              Adi  yang  juga  menjabat  sebagai  Ketua  Bidang  Organisasi  Keanggotaan  dan  Pemberdayaan
              Daerah Apindo, mengatakan UMP yang dimintakan salah serikat pekerja itu berdasarkan UMP
              dan klaim sendiri dan seharusnya menunjukkan data hasil surveynya.

              "Data  butuh  naik  7%-10%  itu  harusnya  ditunjukkan, itu survei tahun  lalu  atau  sebelumnya,
              karena dari hasil uji pada empat pasar di DKI Jakarta, menunjukkan Kebutuhan Hidup Layak
              (KHL) rata-rata di kisaran Rp 3,6 juta, masih di bawah UMP saat ini," katanya.(hoi/hoi).





















                                                           205
   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211