Page 25 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 25

APINDO MINTA PENETAPAN UPAH MINIMUM MENGACU PP NOMOR 36 TAHUN
              2021

              Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  meminta  kepala  daerah,  khususnya  gubernur  untuk
              patuh menetapkan besaran upah minimum berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun
              2021 tentang Pengupahan.

              Dewan  Pengupahan  Nasional  (Depenas)  dan  Badan  Pekerja  Lembaga  Kerja  Sama  Tripartit
              Nasional  (BP  LKS  Tripartit)  telah  sepakat  untuk  mendorong  penetapan  upah  minimum  yang
              sesuai dengan ketentuan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              "Harapan kami, pemerintah daerah dalam hal ini kepala daerah baik gubernur, wali kota, maupun
              bupati, hendaknya mengikuti PP 36/2021. Khususnya di sini para gubernur, karena gubemuryang
              mengeluarkan upah minimum provinsi," kata Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani dalam
              konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (2 / 11).

              Di dalam regulasi tersebut, disebutkan upah minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi
              dan  ketenagakerjaan  (Pasal  25  ayat  2).  Hariyadi  menuturkan  selalu  ada  tarik  menarik  dan
              ketidakpuasan soal masalah pengupahan setiap tahunnya.

              Ia  berharap  semua  pihak  mematuhi  aturan  tersebut  karena  aturan  pengupahan  sudah
              diputuskan melalui formula di PP 36/2021.
              "Harapan kami hal ini akan membawa keteduhan bagi kita semua, bahwa masalah pengupahan
              ini sebetulnya tidak pas kalau setiap tahun selalu dipermasalahkan," katanya.

              Hariyadi menambahkan saat ini jumlah orang yang membutuhkan pekeijaan masih sangat besar.
              Berdasarkan data masyarakat yang mendapatkan bantuan subsidi pada 2019, mulai dari subsidi
              listrik hingga jaminan kesehatan hampir 100 juta orang.

              "Ini kami indikasikan lapangan pekeijaan kita ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kami
              harap dengan formula yang ada ini dapat diterima oleh semua pihak khususnya kawan-kawan
              serikat  pekeija,  serikat  buruh,  sehingga  ketenangan  kita  dalam  hubungan  industrial  akan
              semakin baik, produktivitas semakin baik, dan yang paling penting adalah pencip-taan lapangan
              kerja agar seluas-luasnya bisa terwujud" katanya.

              7 hingga 19 persen

              Pada  kesempatan tersebut,  Hariyadi  Sukamdani mempertanyakan  dasar  aturan  yang  dipakai
              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  atas  permintaan  kenaikan  upah  minimum
              kabupaten/kota (UMK) 2022 sekitar 7 persen sampai 10 persen.

              "Soal besaran 7 persen atau berapa itu, itu mengacu pada aturan mana, dasarnya apa. Terus
              terang kami tidak tahu dasarnya apa," katanya dalam konferensi pers daring soal pengupahan
              di Jakarta, kemarin.

              Penetapan UMK 2022 dipastikan akan mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun
              2020  tentang  Cipta  Kerja  dan  Peraturan  Pemerintah  (PP)  Nomor  36  Tahun  2021  tentang
              Pengupahan.
              Hariyadi menuturkan, jika dilihat dari ketentuan yang mengatur besaran upah sebelum adanya
              kedua aturan tersebut, ada ketentuan soal Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang diatur dalam
              Peraturan  Menaker  Nomor  18  Tahun  2020  tentang  Perubahan  Atas  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kebutuhan Hidup Layak.

                                                           24
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30