Page 35 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 35
Sembari menanti revisi dari segi tata bahasa itu, ada baiknya masyarakat mulai membiasakan
diri menggunakan sublema "pekerja rumah tangga". Penggunaan istilah ini begitu penting bagi
peijuangan hak para pekeija domestik karena mengandung substansi mendasar yang
membedakan antara pembantu dan pekerja.
Bagaimanapun, menjadi PRT adalah sebuah pilihan pekerjaan. Budaya masyarakat, tepatnya
ngenger, memengaruhi cara pandang terhadap PRT yang dianggap sebagai bagian dari keluarga.
Meskipun anggapan itu baik, secara tidak langsung cara pandang tersebut justru melemahkan
posisi PRT sebagai pekerja dalam hubungan kerja yang profesional.
Dengan pengakuan status sebagai pekerja, PRT dapat menikmati jaminan sosial dan
perlindungan yang sepantasnya.
Akhirnya, kata-kata jelas memiliki riwayat, makna, dan emosi. Kata-kata juga mengalami
perubahan dan perkembangannya seturut zaman. Ada kata yang bertahan, ada kata yang hilang,
dan ada kata baru yang muncul. (LITBANG KOMPAS)
caption:
Para calon pekerja rumah tangga infal (pengganti) menunggu penempatan di penampungan
sementara jasa penyalur tenaga kerja Bu Gito, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015).
Menjelang Lebaran, permintaan pekerja rumah tangga infal mulai meningkat. Mereka diupah
dua kali lipat dibandingkan hari biasa yang berkisar Rp 2,4 juta-Rp 3 juta per bulan.
Suasana pelatihan Sekolah Pekerja Rumah Tangga di sebuah rumah di Jalan Paso, Jagakarsa,
Jakarta Selatan, Minggu (18/6/2017). Mereka dibekali berbagai keterampilan mengurus rumah,
termasuk kemampuan berbahasa Inggris.
34

