Page 39 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 39

Anggota  Komisi  IX  DPR  Muhammad  Yahya  Zaini  mengatakan,  setiap  1 persen  pertumbuhan
              ekonomi akan menciptakan sekitar 300-400 ribu lapangan kerja. Saat ini, pertumbuhan ekonomi
              hanya tumbuh 3 persen per tahun.

              "Karenanya,  salah  satu  upaya  negara  adalah  memanfaatkan  peluang  penempatan  pekerja
              migran Indonesia ke luar negeri," ujar Yahya saat sosialisasi terkait peluang keija luar ke negeri
              dan  pelindungan Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  di  Balai  Latihan  Kerja  Nganjuk,  Kabupaten
              Nganjuk, Jawa Timur, kemarin.

              Namun, sebagian besar PMI bekerja melalui jalur tidak resmi atau non-prosedural. Kerugiannya,
              tidak adanya kontrak kerja yang jelas dan pelindungan yang minim terhadap PMI di luar negeri.

              "Kontrak kerja yang tidak jelas, menyebabkan kondisi di tempat kerja tidak kondusif, bahkan
              tidak  manusiawi.  Misalnya,  diperkerjakan  tanpa  henti  selama  24  jam,  diperlakukan  kasar,
              diperjualbelikan sebagai budak, dan sebagainya," jelas politisi Partai Golkar itu.

              Yahya menilai, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di bawah kepemimpinan
              Benny Rhamdani telah banyak melakukan terobosan yang terukur. Di antaranya, pembebasan

              biaya  penempatan,  menempatkan  PMI  sebagai  Very  Very  Important  Person (VVIP),  dan
              pemberantasan sindikat penempatan ilegal.

              "Saat ini. BP2MI program-programnya sangat menarik dan pro masyarakat. Yang paling utama,
              pemberdayaan puma PMI, atau saat para PMI kembali ke Tanah Air," tegas Yahya.

              Sementara, Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan
              Pasifik  BP2MI  Servulus  Bobo  Riti  memberi  pemahaman  tentang  latar  negara  melakukan
              intervensi dalam pelembagaan pelindungan PMI.

              Negara  melakukan  upaya  perlindungan  PMI  melalui  instrumen  perundang-undangan  dan
              kelembagaan BP2MI, serta sisi strategi dalam penempatan dan pelindungan PMI.

              Intervensi negara dalam pelindungan PMI didasarkan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 13 Tahun
              2003 tentang Ketenagakerjaan. Penempatan tenaga kerja ke luar negeri diatur dengan undang-
              undang tersendiri.

              "Karenanya,  lahir  Undang-Undang  (UU)  Nomor  39  Tahun  2004  tentang  Penempatan  dan
              Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri yang melahirkan BNP2TKI, yang diubah
              dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia,"
              jelas Servulus.

              Servulus  menguraikan,  perubahan  UU  Nomor  39  Tahun  2004  tentang  Penempatan  dan
              Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, menjadi UU Nomor 18 Tahun 2017 bukan
              sekadar  ganti  undang-undang.  Melalui  UU  tentang  PMI  yang  baru  itu,  pemerintah
              menyederhanakan persyaratan menjadi PMI. oni

















                                                           38
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44