Page 42 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 42

belum meratifikasi konvensi tersebut. Selain adanya RUU PPRT, publik juga berharap pemerintah
              memberikan  pelatihan  dalam  rangka  meningkatkan  nasib  PRT.  Pelatihan  keterampilan  dan
              sertifikasi ini memainkan peran penting yang dapat membantu meningkatkan status PRT menjadi
              profesi yang diakui.

              Kualitas  PRT  dan  standar  keija  yang  tidak  terukur  membuat  penentuan  upah  PRT  tidak
              terstandardisasi. Jika daya tawar dari PRT lemah, mereka terpaksa menerima upah dari pemberi
              keija  tanpa  memperhatikan  kondisi  kelayakan.  Akibatnya,  PRT  tidak  mendapatkan  jaminan
              kesehatan  dan  ketenagakerjaan,  seperti  jaminan  kecelakaan  kerja,  kematian,  hari  tua,  dan
              pensiun. Survei Jala PRT pada 2019 menunjukkan realitas bahwa 89 persen PRT tidak memiliki
              jaminan kesehatan dan hampir semua PRT tidak memiliki jaminan ketenagakerjaan.

              Akhirnya,  pengesahan  RUU  PPRT  dapat  menjadi  jalan  mewujudkan  tujuan  SDGs  terkait
              pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak. Selain itu, pengesahan itu juga mewujudkan amanat
              UUD 1945 Pasal 28 D Ayat (2) yang menyatakan, "Setiap orang berhak untuk bekerja, mendapat
              imbalan, dan perlakuan yang adil dalam hubungan kerja".

              (WIRDATUL AINI/LITBANG KOMPAS)











































              Sumber Utbang Kompas/ftfC/EOR/VJRO












                                                           41
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47