Page 69 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 69
menjelaskan, proses pemulangan PMIB sudah berjalan cukup baik sehingga nantinya akan
dilakukan karantina terlebih dahulu di Wisma Atlet Pademangan.
PEMERINTAH KAWAL TERUS PEMULANGAN PMIB ASAL MALAYSIA
Pemerintah kembali memulangkan 388 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) yang
berasal dari Malaysia melalui Bandara Soekarno-Hatta. PMIB yang dipulangkan dari luar negeri
terdiri dari 366 orang deportan dan 22 WNI shelter. Data sebaran itu terdiri dari 229 laki-laki,
140 perempuan, 8 anak laki-laki, dan 9 anak perempuan.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Femmy Eka Putri
menjelaskan, proses pemulangan PMIB sudah berjalan cukup baik sehingga nantinya akan
dilakukan karantina terlebih dahulu di Wisma Atlet Pademangan.
"Alhamdulillah proses pemulangan para PMIB dari Malaysia berjalan dengan baik pada malam
ini, nantinya sebelum dipulangkan ke daerah asalnya para PMIB tersebut akan dilakukan
karantina terlebih dahulu di Wisma Atlet Pademangan," kata Femmy seperti dikutip RRI.co.id,
Selasa (2/11/2021).
Deputi IV Kemenko ini menjelaskan, dalam rakor pada tanggal 18 Oktober, Pemerintah Malaysia
meminta percepatan proses deportasi PMIB. Karena depo-depo di Malaysia (semenanjung) telah
melebihi kapasitas dan perpanjangan masa penahanan akan menimbulkan masalah
kemanusiaan.
Sejak Maret 2021, sebanyak 1.361 PMIB telah dipulangkan dari Malaysia melalui jalur udara
maupun jalur laut. Semuanya telah melalui proses verifikasi dan pendataan, serta mengantongi
surat keterangan hasil PCR negatif dan telah divaksin minimal dosis pertama.
Femmy menerangkan data-data WNI deportan berdasarkan dengan nama dan dengan alamat
terdiri dari 25 anak, 8 ibu hamil, 9 lansia, 13 ibu dan anak dan sisanya adalah WNI sakit,
terbanyak menderita scabies juga darah tinggi dengan catatan 1 orang batal berangkat karena
hasil PCR positif.
Sedangkan untuk data WNI berdasarkan daerah asal yaitu Aceh 29 orang, Sumut 87 orang, Riau
12 orang, Kepri 2 orang, Sumbar 8 orang, Sumsel 14 orang, Bengkulu 1 orang, Jambi 7 orang,
Lampung 17 orang, Banten 2 orang, DKI Jakarta 5 orang, Jabar 14 orang, Jateng 23 orang,
Jatim 92 orang, Yogya 1 orang, Kalbar 2 orang, Sulteng 1 orang, Sulsel 7 orang, Babel 1 orang,
NTB 30 orang, NTT 8 orang, sedangkan yang tidak terindentifikasi 42 orang.
"Kita ingin kesiapan dan prosesi keberangkatan benar-benar dilaksanakan seperti pakai masker
untuk PMI, adanya konsumsi karena keberangkatan pada malam hari, pengaturan tempat duduk
taati protokol kesehatan dan setelah tiba nantinya menuju terminal dan wisma jangan ada yang
terkendala," terang Femmy.
Terakhir, Deputi Femmy meminta kepada pemerintah daerah untuk memberikan perHattan
khusus dalam hal ini pemberdayaan kepada para PMIB di daerahnya masing-masing.
"Setelah para pekerja migran ini kembali ke daerah asalnya masing-masing, kami berharap
pemerintah daerah juga ikut membantu dalam penanganan dan pemberdayaan supaya para
PMIB tersebut dapat tetap betah di Indonesia dan memiliki penghasilan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya," tuturnya..
68

