Page 65 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 65
Judul Mencari Solusi Win-Win UMP 2022
Nama Media Bisnis Indonesia
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg2
Jurnalis Tajuk
Tanggal 2021-11-03 03:55:00
Ukuran 160x229mmk
Warna Warna
AD Value Rp 100.000.000
News Value Rp 300.000.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Upah minimum provinsi (UMP) maupun kabupaten/kota (UMK) 2022 masih terus dibahas dan
akan ditetapkan berdasarkan skema baru dalam Peraturan Pemerintah No. 36/2021 sebagai
turunan dari Undang-Undang No. 11/2021 tentang Cipta Kerja. Ada yang berbeda dengan
penetapan UMP kali ini karena perhitungannya dilakukan dengan mengacu pada formulasi baru
sesuai PP No. 36/2021. Dalam aturan tersebut, penetapan pengupahan didasarkan pada
penggunaan data perekonomian dan ketenagakerjaan tahun berjalan.
MENCARI SOLUSI WIN-WIN UMP 2022
Upah minimum provinsi (UMP) maupun kabupaten/kota (UMK) 2022 masih terus dibahas dan
akan ditetapkan berdasarkan skema baru dalam Peraturan Pemerintah No. 36/2021 sebagai
turunan dari Undang-Undang No. 11/2021 tentang Cipta Kerja.
Ada yang berbeda dengan penetapan UMP kali ini karena perhitungannya dilakukan dengan
mengacu pada formulasi baru sesuai PP No. 36/2021. Dalam aturan tersebut, penetapan
pengupahan didasarkan pada penggunaan data perekonomian dan ketenagakerjaan tahun
berjalan.
Formulasi aturan tersebut menitikberatkan pada daya beli, median upah, dan tingkat penyerapan
tenaga kerja. Beberapa pendekatan yang digunakan meliputi jumlah rata-rata per kapita rumah
tangga, rata-rata jumlah anggota rumah tangga yang sudah bekerja, dan jumlah rata-rata
anggota rumah tangga.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi dan inflasi masing-masing daerah juga akan dilihat mana yang
lebih tinggi serta adanya batas atas dan atas bawah sebagai dasar untuk menetapkan UMP 2022.
Data-data tersebut didapat dari lembaga yang memiliki kewenangan, dalam hal ini Badan Pusat
Statistik.
Dari pernyataan pemerintah sebelumnya, UMP 2022 berkecenderungan untuk naik. Sinyal
tersebut disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan yang menyatakan UMP 2022 berpotensi
64

