Page 61 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 61

Sukapura  sebesar  Rp3.593.746,  Pasar  Koja  mencapai  Rp3.702.995  dan  Pasar  Cipinang  Jaya
              sebesar Rp3.632.550.
              Hasil rata-rata KHL pekerja di empat pasar yang ada di DKI Jakarta itu kebutuhannya hanya
              Rp3.646.919 atau terpaut 21% dari UMP Ibu Kota yang kini Rp4.416.186.

              Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal tetap menolak
              penetapan UMP 2022 mengacu pada PP No. 36/2021.

              Dia tetap berpegang pada rumusan pengupahan yang tertuang dalam UU No. 13/2003 tentang
              Ketenagakerjaan dengan mengamanatkan penghitungan UMP berdasar pada survei KHL.

              “(Alasannya), kita sedang menggugat UU Cipta Kerja sehingga PP 36/2021 tentang pengupahan
              juga tidak boleh,” kata Iqbal.

              Status dalam gugatan, katanya, tidak dapat dijadikan formula UMP 2022 karena obyek hukum
              itu belum memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.

              Dengan survei KHL itu, dia mendapatkan nilai kenaikan UMP 2022 sebesar 7%-10%.

              Menurutnya, harga sejumlah KHL pekerja seperti sewa rumah, transportasi dan barang di pasar
              mengalami kenaikan yang signifikan selama pandemi.

              “Itemnya yang besar sewa rumah dan transportasi buruh karena Covid-19 jadi tidak bisa naik
              angkot, sekarang pakai Gojek jadinya mahal,” kata dia.

              TINGKAT INFLASI

              Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal memproyeksikan
              kenaikan UMP 2022 relatif kecil.

              Dia beralasan sejumlah variabel penghitung UMP 2022 selama 1 tahun terakhir berada di posisi
              rendah. Faisal mencontohkan tingkat inflasi hingga akhir tahun stabil di posisi 1,5%.

              Di  sisi  lain,  kata  dia,  Produk  Domestik  Regional  Bruto  (PDRB)  juga  tidak  menunjukkan  tren
              peningkatan  yang  signifikan  selama  satu  tahun  terakhir.  “Jadi  antarberbagai  macam
              komponennya  kalau  dilihat  dari  strukturnya  saja  tambahan  upahnya  saya  pikir  tidak  terlalu
              besar,” tuturnya.

              Sebaliknya, Kepala Biro Humas Kemenaker Chairul Harahap mempersilakan masyarakat yang
              tidak puas atas formula UMP 2022 memakai PP No. 36/2021 menempuh jalur hukum sesuai
              dengan peraturan perundang-undangan.

              Saat ini, Kemenaker menunggu data pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan yang disiapkan
              BPS untuk menghitung kenaikan UMP 2022.

              Hal itu sesuai dengan amanat dari PP No. 36/2021 tentang Pengupahan yang menjadi turunan
              UU Cipta Kerja.

              “Bagi para pihak yang tidak puas, mereka bisa menggunakan mekanisme gugatan sesuai dengan
              ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Chairul.

              Depenas dan LKS Tripnas, tuturnya, telah mengadakan pertemuan pada 21-22 Oktober 2021 di
              Jakarta. Hasil pertemuan adalah mendorong penetapan UMP yang sesuai dengan formula di PP
              No. 36/2021.




                                                           60
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66